Jika Kamu Benar Mencintaiku Seperti Katamu, Seharusnya Kamu Tidak Membuatku Terus Menangis

Kamu mungkin lagi duduk di depan layar hp, nunggu chat yang nggak kunjung datang, atau malah lagi ngusap air mata setelah perdebatan yang entah ke berapa kalinya.
Rasanya menyesakkan, bukan. Kamu merasa seperti sedang berjuang sendirian di dalam hubungan yang seharusnya jadi tempat untuk pulang.
Perasaan ini valid. Kamu nggak sendirian kalau merasa lelah dengan janji manis yang tidak pernah diikuti oleh tindakan nyata dari seseorang yang katanya mencintaimu.













