Jika Kamu Memilih Menunggu Sendirian, Itu Bukan Karena Kamu Tidak Butuh Siapa-siapa

Ada kalanya kamu menatap ponsel, menunggu notifikasi yang tidak kunjung muncul, lalu sadar kalau sebenarnya tidak ada siapa-siapa yang sedang kamu tunggu kabarnya.
Kamu mungkin terlihat baik-baik saja di depan teman-teman, tertawa saat mereka pamer foto pasangan, padahal di dalam hati ada sepi yang sesekali mencubit pelan. Kamu tidak sendirian merasakannya, banyak dari kita yang sedang berada di titik yang sama.
Kamu Nggak Sedang Menutup Diri
Orang mungkin bilang kamu terlalu pemilih, atau malah terlalu kaku karena terlalu lama membentengi diri dari orang baru. Padahal, kamu hanya sedang lelah memberikan kesempatan pada orang yang ternyata cuma mampir untuk meninggalkan luka.
Bukan berarti kamu sudah tidak butuh kasih sayang atau tidak ingin punya seseorang untuk bersandar. Kamu tetap manusia biasa yang ingin diperhatikan, hanya saja kali ini kamu lebih menghargai ketenangan daripada harus repot mengurus drama dari seseorang yang tidak menghargaimu.
Capek Berurusan Dengan Yang Salah
Kamu sudah pernah mencoba, sudah pernah memberi kesempatan, dan hasilnya malah membuatmu merasa lebih kesepian daripada saat benar-benar sendiri. Rasanya lebih baik menahan rindu pada seseorang yang belum ada, daripada harus menahan sesak karena orang yang ada di depan mata justru tidak pernah benar-benar hadir untukmu.
Kadang ironis, kamu harus mematikan perasaanmu sendiri agar tidak asal pilih orang hanya karena takut sendirian. Kamu bukan sok kuat, kamu cuma sedang belajar untuk tidak membuang sisa waktu berhargamu untuk dia yang belum tentu punya niat baik di hidupmu.
Percaya Saja, Kamu Layak Menunggu
Ada keyakinan kecil di dalam dirimu bahwa kebaikan akan selalu bertemu dengan kebaikan pula. Kamu bertahan menunggu bukan karena naif, tapi karena kamu punya standar untuk kebahagiaanmu sendiri yang tidak ingin kamu kompromikan.
Jangan biarkan omongan orang tentang statusmu bikin kamu merasa kurang. Tetaplah jadi versi dirimu yang tangguh, yang tahu kapan harus berhenti dan kapan harus menjaga hati, sampai nanti seseorang yang tepat datang tanpa perlu kamu paksa untuk mengerti.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor












