Jika Memang Bukan Dia Jodohku, Semoga Tuhan Sudi Menenangkan Hatiku yang Kadang Masih Meminta Paksa

Kita sering sekali menyebut satu nama dalam doa, meminta dengan sangat supaya dia jadi pelabuhan terakhir.
Rasanya dunia bakal jadi tempat paling sempurna kalau dia memang orangnya. Kita bahkan sudah membayangkan bakal jadi apa kita nanti kalau bisa jalan berdua selamanya.
Padahal, kadang kita cuma sedang jatuh cinta sama ide tentang dia, bukan sama kenyataan bahwa dia mungkin memang bukan milik kita.
Kamu Tidak Sendirian, Kok
Wajar sekali kalau kamu merasa takut kehilangan seseorang yang bahkan belum pernah jadi milikmu sepenuhnya.
Kita semua pernah ada di titik ini. Titik di mana kita merasa Tuhan sedang tidak adil karena orang yang kita cintai setengah mati, malah menjauh atau tidak pernah benar-benar menatap kita.
Kamu tidak sendirian saat merasa sesak karena doa-doa yang seolah tertahan di langit-langit kamar.
Kalau Memang Untukku, Dekatkanlah
Saat cinta sedang mekar-mekarnya, kita pasti ingin semuanya terasa mudah. Kita ingin semesta ikut membantu jalan kita supaya bisa bersanding dengannya.
Kita memohon supaya hatinya ditautkan dengan hati kita. Kita ingin keyakinan yang kuat, supaya tidak ada lagi keraguan yang bikin kita sering terjaga sampai larut malam.
Meminta itu manusiawi. Memohon supaya rencana kita selaras dengan rencana Tuhan adalah cara kita berusaha, meski kadang kita lupa bahwa Tuhan punya kejutan yang tidak selalu sesuai dengan kemauan ego kita.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor



















