Jika Menunggu Jodoh Terasa Sangat Melelahkan, Mungkin Memang Ada Sesuatu yang Perlu Kamu Tarik Napas Dulu

Rasanya berat sekali ya, saat harus terus menatap kursi kosong di depanmu.
Kamu sudah berusaha menjadi versi terbaik, membuka hati, tapi yang datang justru orang-orang yang salah lagi. Kamu mulai bertanya-tanya, apakah memang ada yang salah dengan dirimu, atau memang semesta sedang bercanda di belakang punggungmu.
Kamu tidak sendirian. Hampir semua orang pernah ada di posisi ini, merasa lelah karena penantian yang rasanya tidak punya garis finis. Ini wajar sekali, sebab hati manusia memang punya batas kapasitas untuk berharap dan kemudian kecewa berulang kali.
Ternyata Capek Itu Sangat Manusiawi
Kamu mungkin sudah lelah mendengarkan nasihat orang lain tentang bersabar. Kadang rasanya ingin teriak saja ke langit dan bertanya kenapa prosesnya harus selama ini.
Bukan karena kamu kurang layak dicintai, bukan pula karena kamu tidak cukup baik. Seringkali, kita hanya kelelahan karena terlalu sibuk mencari sosok yang belum hadir, sampai kita lupa caranya menikmati kopi sore tanpa memikirkan siapa yang seharusnya duduk di sebelah kita.
Kamu percaya semua janji tentang waktu yang tepat. Sampai tiba-tiba, tidak ada lagi yang bisa dipercaya karena kamu sudah terlalu sering salah orang.
Berhenti Mencari di Tempat yang Salah
Mungkin kamu terlalu sibuk memaksa orang yang salah untuk jadi jodohmu. Kamu berusaha memperbaiki orang lain, padahal yang sebenarnya perlu diperbaiki adalah ekspektasimu soal siapa yang layak bertahan.
Kita seringkali jatuh cinta pada bayangan tentang seseorang yang belum ada. Kita merindukan kehadiran yang hanya ada di dalam kepala, dan saat kenyataan tidak sesuai, kita merasa dikhianati oleh takdir sendiri.
Biarkan Saja Dulu Mengalir
Coba tarik napas dalam-dalam, lalu lepaskan pelan-pelan. Kamu tidak perlu terus-menerus mengejar seseorang yang bahkan kamu tidak tahu di mana posisinya sekarang.
Tuhan tahu persis kenapa langkahnya belum sampai ke pintumu. Bisa jadi, dia sedang dipersiapkan untuk menjadi orang yang lebih tepat, atau justru kamu yang sedang dibentuk untuk siap menyambutnya di waktu yang tidak akan membuatmu menangis lagi.
Kamu sudah berjuang sejauh ini, dan itu sudah sangat cukup. Besok, cobalah untuk tidak terlalu keras pada hatimu sendiri, karena kamu berhak merasa tenang meski belum ada satu nama pun yang terukir pasti di sana.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor












