Berkat statistik impresif tersebut, ia dianugerahi gelar Jimmy Murphy Young Player of The Year. Penghargaan ini diberikan oleh Manchester United kepada pemain terbaik di tim akademi setiap musimnya.
Tidak hanya itu, ia juga dinobatkan sebagai pemain terbaik Premier League U-18 atas kontribusinya di lapangan hijau. Konsistensi permainan tersebut berlanjut pada awal musim ini dengan catatan lima gol dan dua assist dari tiga pertandingan awal.
Banyak pengamat sepak bola Inggris menilai Gabriel sebagai aset berharga yang seharusnya bisa menjadi bintang besar bagi Manchester United. Kepergiannya tentu menjadi pukulan bagi departemen pengembangan pemain muda klub tersebut.
Keinginan Gabriel untuk mendapatkan menit bermain yang lebih banyak di level senior menjadi alasan utama di balik keputusannya. Di dunia sepak bola profesional, jam terbang di kompetisi tingkat tinggi sering kali menjadi faktor penentu perkembangan seorang pemain muda menuju level elit.
Situasi ini sekaligus menjadi pengingat bagi klub-klub besar akan pentingnya memberikan jalur karier yang jelas bagi para pemain akademi. Jika tidak dikelola dengan baik, talenta berbakat berisiko hengkang demi mencari klub yang lebih menjanjikan kesempatan tampil di tim utama.