Kemampuan AI Faraday Garapan Eks DeepMind Lampaui OpenAI dan Anthropic

Sebuah laboratorium kecerdasan buatan asal London yang didirikan oleh para mantan peneliti Google DeepMind, Inherent, memperkenalkan kemampuan AI Faraday yang diklaim mampu melampaui performa model raksasa buatan OpenAI dan Anthropic. Agen kecerdasan buatan ini berhasil mereplikasi hasil penelitian ilmiah secara mandiri tanpa bantuan jawaban panduan sebelumnya.
Pencapaian ini tergolong luar biasa mengingat Faraday bekerja dengan basis model yang jauh lebih kecil dibandingkan para pesaingnya.
Inherent baru saja keluar dari mode senyap setelah berhasil mengantongi pendanaan awal sebesar USD 50 juta atau sekitar Rp813 miliar. Meskipun pendanaan tersebut terhitung kecil dibandingkan kompetitor mereka di Amerika Serikat, startup asal Inggris ini membuktikan bahwa efisiensi model adalah kunci. Mereka menggunakan model dasar bernama Qwen 3.6 yang hanya memiliki 27 miliar parameter untuk menggerakkan Faraday.
Sebagai perbandingan, model Claude 4.8 milik Anthropic dan GPT-5.5 dari OpenAI yang menjadi tolok ukur pengujian ini memiliki ukuran parameter yang jauh lebih masif. Parameter sendiri merupakan ukuran kapasitas memori dan kekuatan komputasi sebuah model kecerdasan buatan, yang biasanya berbanding lurus dengan biaya pelatihannya.
"Bagi kami, hal paling menarik bukanlah sekadar mengalahkan model-model raksasa tersebut, melainkan bagaimana cara kami membangun sistem ini," ujar Edward Hughes, salah satu pendiri sekaligus Kepala Ilmuwan Inherent.
Hughes menjelaskan bahwa mereplikasi jurnal ilmiah merupakan metode standar yang juga digunakan untuk melatih para ilmuwan manusia pada jenjang doktoral. Inherent tidak merancang Faraday hanya untuk menebak hasil akhir demi mengejar akurasi, melainkan membekalinya dengan naluri penelitian ilmiah. Naluri ini membantu agen kecerdasan buatan tersebut untuk menentukan eksperimen mana yang layak dijalankan dan bagaimana merancang alur kerjanya dengan efisien.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor
















