Laga Terakhir Lionel Messi di Stadion Monumental Buenos Aires Dipadati Fans

Ribuan pendukung memadati Stadion Monumental di Buenos Aires untuk menyaksikan penampilan terakhir Lionel Messi bersama tim nasional Argentina pada Selasa (6/10).
Suasana haru menyelimuti stadion berkapasitas lebih dari 84.000 kursi tersebut saat sang kapten melangkah ke lapangan hijau untuk terakhir kalinya. Tiket pertandingan dilaporkan terjual habis hanya dalam hitungan jam setelah pengumuman jadwal dirilis oleh asosiasi sepak bola setempat.
Suporter yang hadir tidak hanya datang dari wilayah ibu kota, namun juga dari berbagai penjuru provinsi di Argentina. Mereka membawa berbagai atribut mulai dari bendera berukuran raksasa hingga spanduk berisi ucapan terima kasih atas dedikasi sang pemain selama 19 tahun terakhir. Banyak penggemar terlihat meneteskan air mata saat lagu kebangsaan dikumandangkan sebelum sepak mula dimulai.
"Terima kasih atas segalanya, Leo," teriak salah satu kelompok suporter dari tribun utara yang disambut gemuruh tepuk tangan dari seluruh penonton.
Sepanjang kariernya, pemain kelahiran Rosario ini telah mencatatkan lebih dari 180 penampilan dan mencetak lebih dari 100 gol bagi tim nasional. Catatan tersebut menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Albiceleste, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh Gabriel Batistuta.
Prestasi puncak Messi diraih saat ia berhasil membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar setelah penantian selama 36 tahun. Sebelumnya, ia juga sukses mempersembahkan gelar Copa America 2021 yang mematahkan kutukan tanpa gelar bagi negaranya sejak 1993. Keberhasilan ini memberikan posisi yang unik bagi sang pemain dalam sejarah olahraga dunia.
Pelatih Lionel Scaloni memberikan kesempatan bagi Messi untuk bermain penuh selama 90 menit sebagai bentuk apresiasi tertinggi.
Scaloni menyatakan bahwa kontribusi sang kapten di luar lapangan sama besarnya dengan apa yang ia tunjukkan saat mengolah si kulit bundar. Kepemimpinan Messi dinilai telah membentuk mentalitas pemenang bagi generasi pemain muda yang kini mengisi skuat utama.
Selain aspek olahraga, kehadiran Messi dalam laga pamungkas ini memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi kota Buenos Aires. Okupansi hotel di sekitar stadion dilaporkan mencapai angka 95 persen karena lonjakan turis domestik dan mancanegara. Sektor usaha kecil yang menjual pernak pernik tim nasional juga mengalami kenaikan omzet hingga tiga kali lipat dibandingkan hari pertandingan biasa.
Momen ini menandai berakhirnya pengabdian panjang seorang atlet yang telah menjadi simbol harapan bagi rakyat Argentina.
Sejumlah legenda sepak bola dunia turut hadir di tribun kehormatan untuk menyaksikan peristiwa bersejarah ini secara langsung. Kehadiran mereka menunjukkan rasa hormat yang mendalam bagi sosok yang telah memenangkan delapan gelar Ballon d'Or tersebut.
Setelah peluit panjang berbunyi, seluruh rekan setimnya mengangkat Messi ke udara sambil mengelilingi lapangan untuk menyapa para pendukung. Kembang api berwarna biru dan putih menghiasi langit malam Buenos Aires sebagai tanda penghormatan terakhir. Tidak ada upacara perpisahan yang terasa cukup untuk merangkum semua memori yang telah ia berikan bagi dunia sepak bola internasional.
Laga ini akan terus diingat sebagai hari di mana sang legenda meletakkan sepatu tim nasionalnya di hadapan publik sendiri.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor












