
Perusahaan mainan asal Denmark, Lego, secara resmi memberikan lampu hijau untuk memproduksi set bertema duo musik elektronik legendaris asal Perancis, Daft Punk.
Keputusan ini diambil setelah desain rancangan penggemar mendapatkan dukungan penuh melalui platform kolaborasi Lego Ideas. Set tersebut akan membawa kembali nuansa futuristik dari konser tur dunia bertajuk Alive 2007 yang sangat fenomenal bagi sejarah perkembangan musik elektronik dunia.
Model yang diusulkan oleh perancang bernama Patrick Harbans ini berhasil melewati proses seleksi ketat oleh tim peninjau internal Lego. Dalam mekanisme Lego Ideas, setiap karya harus mengumpulkan minimal 10.000 dukungan suara dari komunitas sebelum masuk ke meja evaluasi profesional. Tim ahli kemudian menilai kelayakan desain dari sisi keamanan, estetika, hingga potensi pasar secara global sebelum memutuskan untuk memproduksinya secara massal.
Daft Punk yang terdiri dari Thomas Bangalter dan Guy Manuel de Homem Christo dikenal luas karena identitas visual mereka yang sangat misterius.
Keduanya selalu tampil mengenakan helm robotik berwarna emas dan perak serta pakaian berbahan kulit hitam yang elegan. Karakteristik visual yang kuat ini dinilai sangat cocok untuk diterjemahkan ke dalam bentuk minifigur Lego yang memiliki proporsi unik serta detail yang presisi.
Tur Alive 2007 sendiri merupakan momen bersejarah ketika duo ini tampil di atas panggung berbentuk piramida raksasa yang dipenuhi lampu neon. Panggung tersebut bukan sekadar dekorasi, melainkan pusat kendali instrumen musik yang diselaraskan dengan visual spektakuler di layar LED berukuran besar. Konser ini sering disebut oleh para pengamat musik sebagai titik balik yang memicu popularitas genre electronic dance music atau EDM di pasar Amerika Serikat.
Meskipun Daft Punk telah resmi membubarkan diri pada Februari 2021, pengaruh karya musik mereka tetap terasa kuat bagi lintas generasi.
Lego melihat adanya peluang besar untuk menjangkau segmen pasar dewasa yang memiliki nilai nostalgia tinggi terhadap karya-karya Thomas dan Guy Manuel. Kolaborasi semacam ini sebelumnya pernah meraih sukses besar saat Lego merilis set untuk grup musik kenamaan lain seperti The Beatles dan BTS.
Detail spesifik mengenai jumlah kepingan Lego dan harga jual resminya saat ini masih dirahasiakan oleh pihak manajemen perusahaan. Biasanya, produk yang telah disetujui dalam program Lego Ideas memerlukan waktu pengembangan desain akhir selama 6 hingga 12 bulan sebelum tersedia di rak toko. Penggemar memprediksi set ini akan menyertakan elemen batu bata transparan untuk mereplikasi efek pencahayaan piramida yang memukau seperti pada pertunjukan aslinya.
Daft Punk pertama kali meraih popularitas global pada akhir 1990-an melalui album perdana mereka yang revolusioner.
Mereka berhasil menggabungkan elemen musik disko, funk, dan techno menjadi suara yang segar dan mudah diterima oleh telinga pendengar umum. Album terakhir mereka yang bertajuk Random Access Memories bahkan sukses meraih penghargaan tertinggi Grammy Award untuk kategori Album Terbaik pada tahun 2014 silam.
Kehadiran set Lego ini menjadi pengobat rindu bagi para penggemar yang sudah lama mengharapkan adanya rilisan fisik baru terkait grup tersebut. Koleksi ini diperkirakan akan menjadi barang yang sangat dicari oleh para kolektor mainan maupun kolektor memorabilia musik di seluruh dunia. Keberhasilan proyek Patrick Harbans membuktikan bahwa komunitas penggemar memiliki peran besar dalam menentukan arah inovasi produk perusahaan mainan terbesar di dunia tersebut.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor