
CEO Google, Sundar Pichai, dilaporkan menolak permintaan dari mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mengganti nama Samudra Atlantik dalam aplikasi Google Maps.
Klaim ini muncul dari laporan yang menyebutkan bahwa Trump meminta agar Samudra Atlantik diubah namanya, namun Pichai diduga menolaknya.
Detail mengenai konteks spesifik permintaan Trump dan alasan penolakan Pichai masih belum sepenuhnya terungkap ke publik.
Hubungan antara industri teknologi dan pemerintahan AS seringkali diwarnai dengan berbagai permintaan dan negosiasi, terutama terkait data dan konten digital yang memiliki jangkauan global.
Penolakan ini, jika benar, dapat mencerminkan posisi Google dalam menjaga netralitas dan akurasi informasi geografis yang mereka sajikan kepada miliaran pengguna di seluruh dunia. Perubahan nama entitas geografis besar seperti samudra biasanya melibatkan proses internasional yang kompleks dan persetujuan dari berbagai badan standar.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor
