Lionel Messi Menutup Karier Internasional Bersama Timnas Argentina di Buenos Aires

Air mata diprediksi akan membasahi Stadion Monumental saat Lionel Messi melakoni laga perpisahan bersama Timnas Argentina.
Pertandingan melawan Benin di Buenos Aires pada Rabu pagi WIB menjadi penutup perjalanan selama 21 tahun bagi sang megabintang. Momen ini bukan sekadar laga biasa, melainkan sebuah penghormatan terakhir bagi pemain yang telah memberikan segalanya untuk seragam Albiceleste.
Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, menegaskan bahwa atmosfer di stadion akan sangat emosional. Baginya, setiap langkah Messi di lapangan Monumental akan menjadi kenangan yang membekas selamanya di benak para pendukung.
Scaloni mengungkapkan bahwa suasana haru sudah akan terasa bahkan sejak Messi pertama kali menginjakkan kaki di rumput stadion. Ia merasa kehilangan sosok pemimpin yang telah bekerja sama dengannya dalam berbagai turnamen besar.
Keputusan pensiun ini pertama kali disampaikan Messi pada Agustus lalu. Pemain berusia 39 tahun tersebut mengakui bahwa meninggalkan tim nasional merupakan salah satu langkah paling berat dalam hidupnya.
Dia menyebut keputusan ini menyakitkan namun menyadari bahwa masanya telah usai. Beban mental setelah kekalahan di final Piala Dunia 2026 serta kehilangan sang ayah, Jorge, memberikan dampak besar terhadap pilihan hidupnya saat ini.
Berbeda dengan pengumuman pensiun pada 2016 yang bersifat sementara, kali ini Messi memastikan bahwa ini adalah akhir yang permanen. Tidak ada lagi keraguan dalam keputusannya untuk menyudahi karier internasional yang penuh dengan gelar juara.
Hubungan antara Scaloni dan Messi terjalin cukup dalam sejak mereka berdua masih menjadi rekan setim pada Piala Dunia 2006. Sejak Scaloni melatih Argentina pada 2018, mereka berhasil meraih trofi bergengsi seperti Copa America 2021, 2024, dan Piala Dunia 2022.
Timnas Argentina akan terus berjalan setelah kepergian Messi, namun kekosongan posisi yang ia tinggalkan tidak akan tergantikan begitu saja. Sosok yang kerap disapa La Pulga ini merupakan simbol pemersatu bagi para suporter yang dulunya memuja Diego Maradona.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor






:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5509683/original/007030900_1771743691-Thomas_Muller.jpg)






