Lisandro Martinez Kritik Pedas Manajemen Manchester United Usai Kalah dari Atletico
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372961/original/091903600_1791937543-lisandro.jpg)
Bek andalan Manchester United, Lisandro Martinez, melontarkan kritik terbuka terhadap kebijakan manajemen klub menyusul kekalahan 0-2 atas Atletico Madrid dalam laga Liga Champions, Rabu (14/10/2026).
Hasil negatif tersebut memperpanjang catatan buruk Setan Merah di awal musim ini. Ketegangan internal klub mulai mencuat ke publik setelah Martinez secara gamblang mempertanyakan efektivitas kerja Direktur Teknik Jason Wilcox dalam menyusun kekuatan tim.
Dalam wawancara pascapertandingan bersama Amazon Prime, pemain tim nasional Argentina itu mengungkapkan rasa frustrasinya atas kurangnya manuver klub di bursa transfer. Ia merasa skuad saat ini tidak memiliki kedalaman yang cukup untuk bersaing di level tertinggi Eropa.
Martinez menyebutkan bahwa pencapaian fantastis pada musim lalu seharusnya menjadi fondasi bagi manajemen untuk memperkuat tim. Sayangnya, ia menilai investasi yang dilakukan selama musim panas lalu masih jauh dari harapan para pemain di lapangan.
Situasi Manchester United sendiri tengah berada dalam sorotan besar setelah rentetan hasil mengecewakan di liga domestik. Sebelum takluk dari wakil Spanyol tersebut, mereka juga hanya mampu bermain imbang 1-1 kontra Tottenham Hotspur di Old Trafford pada akhir pekan lalu.
Kondisi ini menambah tekanan bagi Michael Carrick yang kini menjabat sebagai pelatih. Martinez berpendapat bahwa beban tanggung jawab tidak bisa hanya ditimpakan kepada sosok pelatih atau para pemain semata saat hasil di lapangan tidak sesuai target.
Ia memperingatkan bahwa ketergantungan pada pola kerja lama akan membawa klub menuju masalah yang lebih besar di masa depan. Martinez menegaskan bahwa manajemen perlu melakukan evaluasi menyeluruh agar rotasi manajer tidak menjadi satu-satunya solusi yang diambil oleh petinggi klub.
Kritik terbuka ini memicu spekulasi mengenai kemungkinan sanksi internal dari pihak klub bagi mantan pemain Ajax Amsterdam tersebut. Publik sepak bola mulai membandingkan situasi ini dengan insiden Mohamed Salah di Liverpool pada akhir 2025 lalu.
Sebagai informasi, Liga Champions merupakan kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa yang diikuti oleh tim-tim elit dari berbagai liga besar. Kegagalan bersaing di turnamen ini sering kali berdampak signifikan terhadap stabilitas finansial dan reputasi sebuah klub di mata para penggemar serta sponsor global.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari jajaran direksi Manchester United terkait komentar pedas tersebut. Sanksi disiplin bagi Martinez masih menjadi rumor yang berkembang di tengah ketidakpastian nasib staf kepelatihan musim ini.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372962/original/039475400_1791937692-lisandro_2.jpg)



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348210/original/010651100_1789390764-carrick.jpg)





