Lonjakan Pendaftaran Domain .si Usai Perintah Eksekutif Super Intelligence Trump

Fenomena unik terjadi di dunia digital setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang mengubah terminologi kecerdasan buatan.
Perintah tersebut mewajibkan seluruh instansi pemerintah untuk menggunakan istilah Super Intelligence atau SI sebagai pengganti Artificial Intelligence atau AI. Kebijakan ini memicu gelombang pendaftaran domain .si yang secara geografis merupakan domain tingkat atas untuk negara Slovenia.
Tren ini menyerupai lonjakan popularitas domain .ai yang sebelumnya melejit karena identik dengan singkatan kecerdasan buatan. Padahal, .ai sebenarnya adalah domain negara pulau Anguilla yang mendulang jutaan dollar AS dari kebijakan penamaan tersebut.
Klara Herman, juru bicara Registry SI yang mengelola domain Slovenia, mengonfirmasi adanya kenaikan pendaftaran sebesar 2.199 persen pada September dibandingkan bulan sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan respons pasar yang sangat agresif terhadap perubahan narasi kebijakan di Washington.
Data mencatat ada 11.000 alamat situs baru yang terdaftar pada 30 September, tepat satu hari setelah Trump menandatangani aturan tersebut. Hingga saat ini, total pendaftaran terus merangkak naik seiring dengan tingginya minat dari pengguna di Amerika Serikat dan India.
Platform hosting Hostinger melaporkan bahwa .si kini menjadi ekstensi domain terpopuler kedua setelah .com. Tercatat sebanyak 4.300 pendaftaran baru terjadi pada 30 September, diikuti oleh 5.400 pendaftaran pada 1 Oktober.
Meskipun demikian, tidak semua domain yang didaftarkan memiliki kaitan langsung dengan teknologi. Berdasarkan analisis Hostinger, hanya sekitar 3 persen dari domain yang terdaftar secara eksplisit menggunakan istilah terkait kecerdasan buatan.
Sebagian besar domain berstatus belum terklasifikasi, yang mengindikasikan adanya praktik spekulasi bisnis. Banyak pihak membeli nama domain tersebut dengan harapan dapat menjualnya kembali dengan harga jauh lebih tinggi di masa depan.
Kim Than, seorang CEO perusahaan teknologi, mengakui telah mengamankan domain versi .si untuk perusahaannya. Ia merasa perlu melindungi merek miliknya sebagai langkah antisipasi jika penggunaan istilah Super Intelligence menjadi standar industri global.
Strategi spekulasi ini didorong oleh persepsi bahwa domain tersebut masih murah dibandingkan biaya pendaftaran .ai. Di Hostinger, harga satu domain .si hanya sekitar 12 dollar AS atau setara Rp187.000 per tahun, jauh di bawah harga domain .ai yang mencapai 90 dollar AS atau sekitar Rp1,4 juta.
Klaudijus Januitis dari Hostinger menilai perbedaan struktur ekonomi antara Slovenia dan Anguilla menjadi alasan utama mengapa domain .si tidak akan memberikan dampak ekonomi sebesar domain .ai. Anguilla menerapkan biaya premium untuk setiap pendaftaran yang masuk langsung ke kas negara, sementara biaya .si lebih terjangkau karena dikelola oleh registri setempat.
Meskipun tidak akan menjadi tulang punggung ekonomi negara, popularitas domain .si diprediksi tetap stabil. Perubahan diksi dalam dokumen resmi pemerintah Amerika Serikat sering kali menjadi acuan utama bagi pelaku industri teknologi di seluruh dunia dalam menentukan tren penjenamaan di ranah digital.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor















