Untuk rute perjalanan, Lintas Bekasi yang menghubungkan Dukuh Atas hingga Jatimulya membukukan total 119,7 juta aktivitas pergerakan penumpang. Sementara itu, Lintas Cibubur yang melayani rute Dukuh Atas menuju Harjamukti menghimpun 113,8 juta aktivitas penumpang dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
"Peningkatan angka ini menegaskan pentingnya peran transportasi rel bagi mobilitas warga," ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangan resminya.
Kehadiran konektivitas fisik dengan moda transportasi lain menjadi faktor penentu utama di balik tingginya minat masyarakat menggunakan kereta ringan ini. Penumpang dapat berpindah moda dengan mudah di Stasiun Cikoko yang terhubung langsung dengan stasiun KRL Commuter Line dan halte Transjakarta. Hubungan antarmoda yang lancar seperti di Stasiun Dukuh Atas juga mempermudah akses menuju MRT Jakarta dan kereta bandara.
Kemudahan ini berdampak langsung pada pengurangan volume kendaraan pribadi yang masuk ke pusat kota dari daerah penyangga. Mobilitas pekerja dari kawasan Depok dan Bekasi kini lebih banyak beralih ke jalur rel daripada menggunakan jalan tol.
Peralihan gaya hidup bertransportasi ini diharapkan mampu menekan tingkat polusi udara serta kemacetan di jalan raya utama Jakarta secara jangka panjang.