
Borussia Dortmund mengamankan tiket babak 32 besar DFB Cup setelah mengalahkan tim divisi lima, HEBC, dengan skor telak 5-0 di Stadion Hoheluft, Hamburg, Selasa, 1 September 2026.
Kemenangan meyakinkan ini diwarnai oleh performa gemilang penyerang muda Samuele Inacio yang mencetak dua gol sebelum turun minum. Pelatih Niko Kovac memanfaatkan laga ini untuk menguji kedalaman skuad dengan melakukan tujuh rotasi pada susunan pemain utama.
Kiper cadangan Alexander Meyer dipercaya tampil sejak menit pertama menggantikan Gregor Kobel di bawah mistar gawang. Selain itu, gelandang Joey Veerman juga mencatatkan debut penuhnya untuk mengawal lini tengah klub berjuluk Die Borussen tersebut. Tuan rumah HEBC sempat menunjukkan pertahanan rapat yang membuat tim tamu kesulitan mencetak gol pada setengah jam pertama.
Kebuntuan Dortmund akhirnya pecah pada menit ke-33 ketika umpan silang bek sayap Julian Ryerson salah diantisipasi oleh bek HEBC, Janek Wrede, sehingga menghasilkan gol bunuh diri.
Hanya berselang tiga menit, Svensson menggandakan keunggulan tim tamu melalui tembakan langsung memanfaatkan asis kedua dari Ryerson. Dominasi klub kasta tertinggi Jerman ini semakin terlihat saat koordinasi lini belakang HEBC mulai longgar akibat tekanan konstan.
Samuele Inacio kemudian memperlebar jarak skor menjadi 3-0 pada menit ke-45 setelah menyelesaikan kerja sama apik dengan gelandang senior Marcel Sabitzer. Sebelum wasit meniup peluit tanda jeda, penyerang asal Italia tersebut kembali membobol gawang lawan pada masa perpanjangan waktu babak pertama. Gol kedua Inacio ini lahir dari umpan matang Ryerson yang tampil sangat aktif menyisir sektor sayap kanan.
Memasuki paruh kedua, jalannya pertandingan tidak banyak berubah karena Dortmund tetap mengendalikan penguasaan bola secara penuh.
Penyerang pengganti Fabio Silva menggenapi pesta gol Dortmund menjadi 5-0 pada menit ke-59 setelah menerima sodoran bola dari Veerman di dalam kotak penalti. Gol tersebut menjadi penutup rangkaian gol di laga ini seiring keputusan tim tamu untuk menurunkan tempo permainan.
Meski kebobolan satu gol di babak kedua, kiper pengganti HEBC, Nils Ahmann, tampil cukup apik dengan menggagalkan sejumlah peluang emas tim tamu. Penyelamatan gemilangnya mementahkan peluang bersih dari Konstantinos Karetsas serta percobaan kedua dari Fabio Silva. Pertandingan yang berjalan relatif bersih ini hanya menghasilkan satu kartu kuning untuk pemain HEBC, Hammed Nawaz, pada menit ke-72.
Data statistik resmi dari laman Bundesliga menunjukkan perbedaan kelas yang sangat mencolok antara kedua tim dalam hal efektivitas serangan.
Dortmund mencatatkan angka harapan gol atau expected goals hingga 3,63, berbanding sangat jauh dengan milik HEBC yang hanya menyentuh angka 0,03. Joey Veerman menonjol sebagai pengatur tempo permainan yang sangat efektif dengan catatan efisiensi umpan mencapai angka positif 6,11.
Satu-satunya catatan positif bagi tuan rumah adalah kecepatan lari bek mereka, Tjorven Kohler, yang menembus angka 33,76 kilometer per jam. Hasil ini memastikan langkah mulus Niko Kovac dalam menjaga peluang meraih trofi domestik di tengah jadwal kompetisi yang padat. Kemenangan telak ini juga memberikan suntikan moral yang berharga bagi para pemain pelapis sebelum mereka kembali fokus bersaing di kompetisi Bundesliga.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor