Maksimalkan Ponsel Android Lawas: Tips Jitu Perpanjang Usia Gadget

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, banyak pengguna terpikir untuk segera beralih ke gawai terbaru. Namun, bagi sebagian orang, mempertahankan ponsel lama yang masih berfungsi baik menjadi pilihan bijak. Salah satunya adalah penulis Android Authority ini yang masih setia menggunakan Nothing Phone 1 miliknya, sebuah perangkat yang kini berusia empat tahun dan baru saja mengakhiri masa dukungan pembaruan perangkat lunaknya.
Meskipun godaan untuk beralih ke ponsel baru seperti Google Pixel begitu kuat, keyakinannya bahwa ponselnya yang sudah sedikit usang ini masih memiliki potensi setidaknya satu hingga dua tahun ke depan menjadi pendorong utama. Mengingat pembaruan tahunan Android kini terasa semakin bersifat inkremental, peningkatan dari ponsel kelas menengah seperti miliknya tidak lagi menawarkan lompatan yang dramatis.
Oleh karena itu, ia mulai mencari berbagai cara untuk menjaga kecepatan ponselnya dan memperpanjang masa pakainya. Sejumlah langkah spesifik yang ia ambil ternyata mampu memberikan 'nafas baru' bagi ponsel yang menjadi andalannya sehari-hari.
Langkah pertama dan paling signifikan adalah mengganti baterai Nothing Phone 1. Biaya penggantian ini menjadi satu-satunya pengeluaran besar dalam upaya peremajaan ponselnya. Ia melakukannya di pusat layanan resmi dengan biaya yang bahkan lebih murah dibandingkan makan malam mewahnya. Kesehatan baterai orisinalnya telah turun di bawah 75%, membuatnya kesulitan bertahan seharian penuh.
Lebih parahnya lagi, kondisi baterai yang buruk tersebut menyebabkan penurunan kinerja (performance throttling) yang terasa tidak hanya saat bermain gim, tetapi juga pada aplikasi sehari-hari yang terasa jauh lebih lambat dibandingkan beberapa tahun lalu.
Untuk menjaga performa baterai yang baru, ia mengambil langkah cerdas dengan mengganti pengisi daya cepat (fast charger) miliknya dengan pengisi daya 18W yang lebih lambat dari ponsel Pixel lamanya. Meskipun membutuhkan waktu sekitar setengah jam lebih lama untuk mengisi daya hingga penuh, metode ini menghasilkan panas yang lebih sedikit. Selain itu, ia juga mengganti casing ponselnya yang tebal dengan casing yang lebih tipis untuk sirkulasi udara yang lebih baik.
Aksesori yang diganti mungkin terlihat kecil, namun setiap penyesuaian kecil berkontribusi besar dalam memaksimalkan usia pakai ponsel Android yang sudah berumur.
Pengguna mungkin akan terkejut betapa satu aplikasi saja dapat menguras baterai dan memperlambat kinerja ponsel. Memeriksa penggunaan baterai di pengaturan Android akan mengungkap aplikasi seperti Chrome atau Instagram yang sering berjalan di latar belakang. Kebetulan, kedua aplikasi tersebut juga memakan banyak ruang penyimpanan.
Ia menghabiskan cukup banyak waktu untuk mengidentifikasi aplikasi yang paling boros baterai, lalu menggantinya dengan alternatif yang lebih ringan. Sebagai contoh, Brave ia temukan lebih ringan dibandingkan Chrome, menghasilkan penggunaan penyimpanan dan baterai yang lebih rendah. Ia juga mengamati bahwa menjelajahi situs media sosial dan forum, seperti Facebook dan Reddit, terasa lebih nyaman menggunakan peramban sumber terbuka (open-source browser).
Hal ini memungkinkannya menghapus beberapa aplikasi berat dan beralih ke versi webnya. Ia juga mulai menyukai perangkat lunak sumber terbuka. Untuk mendengarkan podcast, ia memilih AntennaPod ketimbang Spotify yang boros daya. Alih-alih menggunakan peluncur bawaan Nothing, ia beralih ke peluncur yang lebih minimalis, yaitu Before Launcher. Peluncur ini mempertahankan mode gelap penuh yang memungkinkan layar OLED beristirahat.
Kombinasi langkah-langkah ini mampu menambah waktu aktif layar (screen-on time) hingga satu jam per hari. Dengan demikian, ia dapat lebih jarang mengisi daya ponselnya dan mengurangi waktu pemanasan perangkat. Sekali lagi, ini adalah solusi ringan untuk manfaat jangka panjang.
Setelah mengganti perangkat keras dan aplikasi, ia menggali lebih dalam dengan menyesuaikan pengaturan sistem untuk mengoptimalkan antarmuka secara keseluruhan. Hal pertama yang ia ubah adalah animasi jendela dan transisi di Opsi Pengembang (Developer Options). Mengecilkan skalanya menjadi 0.5x seketika membuat antarmuka terasa lebih responsif.
Meskipun berat hati, ia menurunkan laju penyegaran layar (refresh rate) dari 120Hz menjadi 60Hz. Ia menyadari bahwa banyak aplikasinya tidak dapat secara konsisten menangani laju penyegaran tinggi, dan sebagian besar gimnya terkunci di 60Hz. Animasi yang dipercepat sudah cukup mengkompensasi hilangnya kelancaran saat menggulir antar-antarmuka sistem operasi.
Pembatasan lain yang ia terapkan adalah membatasi pengisian daya maksimum hingga 80-90%. Dikombinasikan dengan pengisi daya yang lebih lambat, pengaturan perangkat lunak ini membantu mengurangi penumpukan panas. Pemanasan berlebih dapat mempercepat kerusakan sel lithium-ion lebih dari faktor lainnya.
Meskipun mungkin terasa sepele, menghapus file besar dan unduhan yang terlupakan menjaga kecepatan penyimpanan internal ponselnya. Kerap kali membiarkan kapasitas penyimpanan terisi lebih dari 90% dapat menyebabkan kelambatan atau gangguan di seluruh sistem. Aplikasi yang biasanya terbuka seketika, seperti kamera atau galeri, bisa melambat drastis jika penyimpanan penuh.
Ia juga lebih mengandalkan DNS Pribadi bawaan Android untuk memblokir iklan yang tidak diinginkan. DNS Adguard telah bekerja dengan baik secara konsisten. Yang lebih penting, DNS Pribadi berfungsi di seluruh sistem, sehingga ia tidak memerlukan ekstensi peramban atau aplikasi terpisah yang justru akan menguras lebih banyak daya dan ruang penyimpanan.
Sebagai bonus, ia menyebutkan kemungkinan memasang ROM kustom. Meskipun belum sampai pada tahap ini, menginstal sistem operasi pihak ketiga seperti LineageOS dapat membuat ponsel terasa baru dan memberikan dukungan perangkat lunak tambahan. Kerugiannya adalah kehilangan semua optimasi yang telah ia lakukan dan akses ke aplikasi atau fitur tertentu.
Kehilangan fitur inilah yang menjadi penghalang terbesarnya. Ia tidak dapat menggunakan Nothing Phone 1 sebagai ponsel utama tanpa Google Wallet atau aplikasi perbankannya. Ia juga tidak ingin kehilangan antarmuka Glyph khas Nothing.
Satu-satunya potensi bahaya menggunakan ponsel melewati masa berlaku patch keamanan adalah risiko kerentanan. Ia harus ekstra waspada mengingat pembaruan keamanan terakhirnya terhenti pada Juli 2026. Meskipun kecil kemungkinannya ia menjadi target peretasan, ini tetap menjadi hal yang perlu diwaspadai.
Pada akhirnya, ia akan membeli ponsel baru dengan dukungan pembaruan perangkat lunak yang lebih lama. Perangkat Android dengan dukungan hingga tujuh tahun kini telah menjadi norma. Hal ini akan memberikan ponsel berikutnya lebih banyak pembaruan tahunan.
Yang perlu ia lakukan hanyalah mengganti baterai ketika kesehatannya menurun dan menjaga aplikasi-aplikasinya tetap teroptimasi. Ia merasa puas dengan Nothing Phone 1 miliknya dengan segala optimasi yang telah ia lakukan, sembari menunggu ponsel berikutnya yang ia harap akan semakin baik seiring berjalannya waktu.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor














