Langsung ke konten
beritana
Breaking

Mantan CEO Infosys Luncurkan Startup AI "Hang Ten Systems", Siap Guncang Industri Layanan TI

Foto Beritana UpdateBeritana Update3 menit bacaTech
Former Infosys chief has a new startup that wants to challenge the IT services world
Image Credits:IndiaAI

Mantan Chief Executive Officer (CEO) Infosys, Vishal Sikka, kembali membuat gebrakan dengan meluncurkan startup terbarunya, Hang Ten Systems.

Startup ini hadir membawa visi ambisius untuk mendisrupsi industri layanan teknologi informasi (TI) global melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara radikal.

Selama beberapa dekade, perusahaan layanan TI telah meraup miliaran dolar dengan memungkinkan perusahaan mengalihdayakan berbagai tugas teknologi. Ini termasuk kustomisasi, integrasi, dan pemeliharaan perangkat lunak perusahaan.

Sikka, yang pernah memimpin salah satu perusahaan terbesar di India di sektor tersebut, kini bertaruh bahwa AI dapat melakukan sebagian besar pekerjaan itu.

Hang Ten Systems mengumumkan pendanaan awal (seed round) sebesar USD 32 juta (sekitar Rp520 miliar) pada Rabu lalu.

Investasi ini dipimpin oleh Mayfield, dengan dukungan strategis dari Aramco Ventures dan partisipasi dari sejumlah angel investor.

Startup ini, yang dewan direksinya termasuk Jerry Yang, salah satu pendiri Yahoo, berfokus membantu perusahaan membangun, memodifikasi, dan mengoperasikan perangkat lunak secara berkelanjutan.

Caranya melalui pengembangan berbasis AI dan otomatisasi yang didorong oleh kecerdasan buatan.

Hang Ten memasuki pasar di mana perusahaan layanan TI, termasuk Infosys, tengah gencar beradaptasi dengan AI.

Mereka menjalin kemitraan dengan entitas seperti Anthropic dan OpenAI untuk mengintegrasikan kemampuan AI ke dalam layanan mereka.

Peluncuran startup ini memicu perdebatan mengenai peran AI: apakah akan memperluas pasar yang bisa digarap industri atau justru mengubah fundamental pembangunan, pemeliharaan, dan penyediaan perangkat lunak perusahaan.

Beberapa perusahaan jelas tertarik mencoba konsep layanan AI ini, terutama dari figur berpengalaman seperti Sikka.

Ia menghabiskan 12 tahun membangun perangkat lunak perusahaan di SAP dan pernah menjadi anggota dewan di Oracle.

Navin Chaddha, managing partner Mayfield, mengungkapkan kepada TechCrunch bahwa Hang Ten sudah memiliki pelanggan hanya sebulan setelah berdiri.

Mereka kini bekerja sama dengan Siemens Gamesa Renewable Energy dan Fresenius untuk proyek AI-native.

Dalam unggahan blog terpisah, Sikka (59) menyatakan Hang Ten telah membantu perusahaan besar untuk “mengikuti gelombang terbesar dalam hidup kita,” sebuah metafora untuk era AI.

Berpusat di Bay Area, Amerika Serikat, Hang Ten berencana merekrut tenaga kerja di berbagai divisi seperti rekayasa, penjualan, dan kepemimpinan.

Perusahaan ini juga berencana melakukan ekspansi global demi memenuhi permintaan perusahaan.

Tim awal startup ini diisi oleh eksekutif yang telah bertahun-tahun bekerja bersama Sikka di SAP, Infosys, dan startup AI sebelumnya, VianAI.

Co-founder meliputi Navin Budhiraja sebagai CTO, Sanjay Rajagopalan sebagai Chief Design Officer, serta Tao Liu sebagai Senior Vice President of Forward Deployed Engineering.

Setelah mundur dari jabatan CEO Infosys pada 2017, Sikka mendirikan VianAI.

Startup ini muncul pada 2019 dengan pendanaan awal USD 50 juta dan kemudian mengumpulkan USD 140 juta dalam putaran pendanaan 2021 yang dipimpin SoftBank Vision Fund 2.

Navin Chaddha menegaskan Hang Ten berbeda dengan VianAI. Ia menjelaskan, VianAI fokus pada aplikasi AI perusahaan dan alat analisis untuk membantu pengambilan keputusan bisnis.

Sebaliknya, Hang Ten mendeskripsikan dirinya sebagai perusahaan layanan AI perusahaan yang dibangun di sekitar generasi kode berbasis agen, keahlian AI yang dapat digunakan kembali, serta pengetahuan domain.

Mayfield mendukung Hang Ten karena rekam jejak Sikka dan keyakinan pada model AI-native startup ini.

Model tersebut dinilai mampu berskala secara berbeda dibanding perusahaan layanan tradisional.

“Layanan tradisional berskala linier dengan jumlah karyawan,” kata Mayfield.

“Hang Ten dibangun agar daya ungkitnya tumbuh di setiap proyek.”

Peluncuran Hang Ten terjadi di tengah perdebatan investor tentang dampak AI pada ekonomi industri layanan TI.

Analis Jefferies memperkirakan layanan TI menjadi salah satu sektor pertama yang menghadapi disrupsi signifikan dari AI.

Namun, Ketua Infosys Nandan Nilekani menyatakan AI justru bisa memperluas pasar yang dapat digarap industri ini.

Infosys sendiri memproyeksikan “layanan AI-first” dapat mencapai pasar USD 300 miliar hingga USD 400 miliar pada 2030.

Perdebatan ini muncul saat investor mengevaluasi kembali prospek perusahaan layanan TI tradisional, dengan saham Infosys yang telah turun lebih dari 35% sepanjang tahun ini.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update