SVB Runtuh: Diskriminasi Modal Pengusaha Kulit Berwarna Kian Terkuak

Keruntuhan Silicon Valley Bank (SVB) telah memperburuk tantangan akses modal yang dihadapi oleh pengusaha kulit berwarna. Peristiwa ini sekaligus menyoroti praktik diskriminatif yang mengakar dalam industri perbankan terhadap komunitas minoritas. Arlan Hamilton, seorang *venture capitalist*, segera bertindak membantu para pendiri *startup* kulit berwarna yang panik kehilangan akses dana gaji.
SVB dikenal melayani komunitas yang kurang terwakili, termasuk pengusaha kulit berwarna, dan kegagalannya memicu kembali kekhawatiran tentang kesenjangan modal. Hamilton menyatakan, “Ketika badai datang, kami akan lebih terpukul,” menggambarkan kerentanan pengusaha minoritas. Bank yang didirikan pada tahun 1983 ini adalah bank terbesar ke-16 di AS sebelum ambruk pada 10 Maret.













