Mastercard Luncurkan Alat Keamanan Stablecoin untuk Cegah Penipuan Kripto

Mastercard memperkenalkan teknologi terbaru untuk memperkuat keamanan transaksi stablecoin dari risiko penipuan serta tindak pidana pencucian uang. Perusahaan pembayaran global ini meluncurkan sistem yang memungkinkan institusi finansial memindai transaksi mata uang kripto sebelum benar-benar diproses di dalam jaringan blockchain.
Produk yang diberi nama Stablecoin Security ini diperkenalkan secara resmi pada konferensi Money20/20 di Las Vegas, Amerika Serikat. Sistem tersebut menggabungkan kecerdasan pembayaran Mastercard dengan analisis blockchain untuk menilai risiko di seluruh siklus transaksi, mulai dari inisiasi pembayaran hingga pergerakan dana di buku besar publik.
Keberadaan alat inovatif ini bertujuan untuk menutup celah keamanan pada pembayaran lintas batas dan transaksi antarperusahaan yang kini mulai marak menggunakan aset digital.
Langkah ini diambil berdasarkan studi Bank for International Settlements terhadap 593 juta transfer stablecoin yang dilakukan selama periode tahun 2025. Hasil studi menemukan bahwa hampir 60 persen merupakan transaksi bertahap yang kompleks dan bukan sekadar pengiriman dana sederhana dari satu pihak ke pihak lain.
Kompleksitas tersebut sering kali membuat institusi keuangan kesulitan dalam memantau risiko perjalanan dana secara utuh dari awal hingga mencapai titik akhir.
Sebagai informasi, Bank for International Settlements merupakan organisasi keuangan internasional yang dimiliki oleh bank sentral dan berfungsi sebagai lembaga yang membina kerja sama moneter serta keuangan global. Kehadiran data dari lembaga ini memperkuat alasan Mastercard untuk menghadirkan lapisan pengamanan tambahan pada aset kripto yang nilainya dipatok terhadap mata uang dolar AS.
Melalui platform antarmuka pemrograman aplikasi atau API, alat ini bekerja dengan menganalisis berbagai sinyal seperti asal-usul dana dan indikator penipuan. Sistem akan menghasilkan skor risiko sebelum transaksi diselesaikan, sehingga bank dapat mengintegrasikannya langsung ke dalam alur kerja kepatuhan yang sudah ada sebelumnya.
Mastercard menggandeng dua mitra awal dalam peluncuran program ini, yaitu Borderless.xyz dan Keyrails.
Kedua perusahaan tersebut merupakan alumni dari program Start Path, sebuah inisiatif akselerator blockchain milik Mastercard yang dirancang khusus untuk membantu perusahaan rintisan berkembang di ekosistem global. Keterlibatan mereka menunjukkan komitmen Mastercard dalam membina ekosistem teknologi finansial yang lebih aman dan teratur.
Wakil Presiden Eksekutif Solusi Keamanan Mastercard, Ann Johnson, menyatakan bahwa stablecoin telah menciptakan berbagai kemungkinan baru dalam pertukaran nilai. Namun, institusi keuangan tetap membutuhkan kendali serta kecerdasan data yang tepat agar dapat berpartisipasi di pasar aset digital dengan penuh percaya diri.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Mastercard terus berupaya mengintegrasikan penggunaan stablecoin ke dalam model bisnis utamanya di masa depan.
Baru-baru ini, perusahaan juga meluncurkan Global Money Platform bersama BVNK, sebuah perusahaan infrastruktur aset digital yang mereka akuisisi pada bulan Agustus lalu. Integrasi ini memberikan kemudahan bagi pelaku usaha untuk menyimpan dan memindahkan mata uang konvensional maupun aset digital melalui satu sambungan koneksi yang sama.
Mastercard juga telah mengamankan BitLicense dari otoritas New York untuk menangani transaksi deposito ter-tokenisasi. Izin regulasi ini dikenal sangat ketat dan hanya diberikan kepada entitas yang mampu memenuhi standar keamanan serta kepatuhan hukum yang sangat tinggi di wilayah Amerika Serikat.
Selain memperkuat sisi regulasi, perusahaan memperluas kolaborasi dengan Ripple dan Coinbase untuk mendukung sistem pembayaran berbasis kecerdasan buatan. Kerja sama ini juga mencakup penggunaan mata uang digital seperti USDC dari Circle serta RLUSD milik Ripple dalam penyelesaian transaksi keuangan mereka.
Inovasi Stablecoin Security ini dikembangkan sebagai pelengkap dari alat keamanan yang sudah ada sebelumnya, seperti Crypto Credential dan Crypto Secure.
Mastercard berencana untuk memperluas jangkauan produk ini lebih luas lagi pada tahun 2027 melalui kolaborasi strategis dengan BVNK di berbagai wilayah hukum. Peluncuran perdana dilakukan untuk pasar Amerika Utara, sementara ketersediaan secara global di wilayah lain diharapkan dapat terlaksana pada tahun depan.
Fokus utama dari pengembangan teknologi ini adalah memberikan rasa aman bagi para pengguna yang ingin memanfaatkan kecepatan dan efisiensi blockchain. Dengan pengamanan yang lebih ketat, diharapkan adopsi aset digital dalam sistem keuangan tradisional dapat berjalan lebih lancar tanpa dihantui risiko kejahatan siber.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor











