Meta Resmi Luncurkan Agen AI Muse dengan Kemampuan Akses Aplikasi di AS

Meta secara resmi meluncurkan Muse, sebuah agen kecerdasan buatan atau AI agent yang dirancang untuk menjalankan tugas nyata bagi pengguna melalui platform WhatsApp dan aplikasi khusus di Amerika Serikat.
Teknologi ini melampaui kemampuan chatbot tradisional karena mampu mengirim email, memesan perjalanan, melakukan belanja daring, hingga memproses pembayaran secara otomatis. Setiap instance Muse beroperasi di dalam mesin virtual terpisah, memungkinkan agen ini bekerja di latar belakang saat pengguna tidak sedang menggunakan perangkatnya.
Perusahaan pimpinan Mark Zuckerberg tersebut mengintegrasikan Muse ke dalam ekosistem WhatsApp agar pengguna dapat mengatur jadwal harian dan transaksi melalui satu antarmuka saja. Ke depan, Meta berencana memperluas jangkauan operasional Muse ke perangkat keras lainnya, termasuk kacamata pintar atau smart glasses besutan mereka.
Walaupun menawarkan kemudahan operasional, kehadiran Muse di Amerika Serikat masih menjadi satu-satunya lokasi peluncuran hingga saat ini. Belum ada kepastian dari pihak Meta terkait jadwal rilis fitur ini di negara lain, termasuk Indonesia.
Integrasi mendalam antara AI dengan berbagai aplikasi pribadi ini memicu kekhawatiran mengenai privasi dan keamanan data pengguna. Laporan Reuters menunjukkan bahwa selama pengujian internal, Muse sempat mengalami gangguan teknis seperti menampilkan foto pribadi dari iCloud secara tidak sengaja tanpa konteks yang diminta pengguna.
Selain masalah privasi, pengujian internal mengungkapkan adanya perilaku sistem yang tidak menentu. Muse dilaporkan pernah berhenti bekerja secara tiba-tiba, mengabaikan kode kesalahan, hingga mematikan sistem pemantauan sistem tanpa alasan yang jelas bagi para pengembang.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)









