Salah satu indikator penting yang mengiringi pemulihan harga adalah kenaikan dominasi Bitcoin di pasar kripto yang melampaui 60 persen. Dominasi Bitcoin mengacu pada rasio kapitalisasi pasar Bitcoin terhadap total kapitalisasi pasar seluruh aset kripto, dan kenaikan ini sering diinterpretasikan sebagai pergeseran modal kembali ke Bitcoin sebagai aset yang lebih stabil atau pilihan utama investor.
Fenomena ini menunjukkan bahwa dalam periode ketidakpastian, investor cenderung kembali melirik Bitcoin sebagai "pelabuhan aman" dibandingkan altcoin lainnya. Kenaikan dominasi ini bisa jadi mengindikasikan bahwa kepercayaan terhadap fundamental Bitcoin masih sangat kuat, bahkan setelah periode volatilitas.
Pantauan Beritana.com, MicroStrategy terakhir kali melakukan pembelian Bitcoin secara signifikan pada bulan Maret 2024, menambahkan 9.245 BTC ke dalam kas mereka dengan harga rata-rata USD 67.382 per BTC (sekitar Rp1,09 miliar). Total kepemilikan perusahaan kini mencapai 214.400 Bitcoin, dengan nilai total lebih dari USD 14,9 miliar (sekitar Rp242 triliun) berdasarkan harga saat ini.
Dengan catatan akumulasi yang mengesankan ini, setiap isyarat dari Saylor tentang pembelian baru selalu memiliki bobot. Potensi akuisisi tambahan oleh MicroStrategy dapat memicu gelombang optimisme baru, menarik lebih banyak investor institusional untuk mengikuti jejak mereka.
Langkah ini juga akan memperkuat posisi MicroStrategy sebagai entitas korporat dengan kepemilikan Bitcoin terbesar, sebuah posisi yang telah mereka pegang teguh selama beberapa tahun terakhir. Dampak dari pembelian ini bisa melampaui sekadar pergerakan harga, turut membentuk narasi tentang adopsi Bitcoin di sektor korporat.