Netanyahu Tolak Tegas Rencana Damai Gaza Besutan Trump

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara resmi menyatakan menolak rencana damai Gaza yang diprakarsai oleh Amerika Serikat di bawah kendali Donald Trump. Penolakan terhadap rencana damai Gaza tersebut didasari atas keengganan Israel menarik pasukannya sebelum kelompok Hamas sepenuhnya melucuti senjata mereka. Sikap keras ini disampaikan langsung oleh Netanyahu dalam rapat kabinet baru-baru ini.
Netanyahu menegaskan bahwa militer Israel tidak akan melakukan penarikan mundur apa pun sampai Hamas benar-benar tidak memiliki senjata lagi. Meskipun menentang proposal berisi lima belas poin tersebut, ia mengaku tetap menjalin komunikasi dengan Washington. Ia menyebut Trump sebagai sahabat terbaik mereka di Gedung Putih, namun menegaskan Israel tahu cara mempertahankan posisi mereka.
Di sisi lain, perwakilan Hamas menyatakan tetap berkomitmen pada peta jalan damai yang sebelumnya telah mereka sepakati pada akhir Juli. Hamas mendesak para mediator dan penjamin dari Amerika Serikat untuk menekan pemerintah Netanyahu agar tidak menjegal proses perdamaian demi kepentingan politik pemilu. Pemilu Israel sendiri dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober mendatang, yang membuat posisi politik Netanyahu kian sensitif.
Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich menyambut baik keputusan Netanyahu dan menegaskan militer tidak boleh mundur satu milimeter pun dari Gaza. Rencana damai yang dirancang oleh Dewan Perdamaian sebenarnya menargetkan penarikan pasukan Israel yang diiringi dengan penyerahan senjata oleh Hamas. Konflik yang terus berlanjut ini telah menyebabkan jutaan warga Gaza mengungsi di tengah gempuran yang belum mereda.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor













