
Perusahaan teknologi Nothing dikabarkan tengah mengembangkan dua model kacamata pintar yang mengusung spesifikasi berbeda. Laporan ini muncul dari analis teknologi ternama, Roland Quandt, yang menyebut bahwa perangkat tersebut akan menyasar segmen pasar yang beragam.
Model pertama kacamata pintar ini diproyeksikan akan memiliki kemiripan dengan seri kacamata pintar Ray-Ban Meta. Perangkat tersebut rencananya dilengkapi dengan kamera internal dan dukungan kecerdasan buatan atau AI untuk fitur penerjemahan bahasa secara langsung.
Berbeda dengan tren perangkat XR berbasis Android yang kini sedang berkembang, Nothing tampak memilih jalan berbeda. Perangkat ini dikabarkan mengandalkan integrasi ChatGPT, alih-alih menggunakan Gemini milik Google yang biasanya menjadi standar pada ekosistem Android.
Keputusan ini mempertegas komitmen perusahaan yang berbasis di London tersebut dalam memperluas ekosistem AI ke dalam perangkat keras mereka. Integrasi ChatGPT sendiri sudah mulai diterapkan Nothing pada beberapa produk audio mereka sebelumnya.
Model kedua hadir dengan pendekatan yang jauh lebih minimalis dan sederhana. Kacamata ini dirancang untuk berfungsi menyerupai perangkat audio atau headphone yang mampu menerima panggilan telepon serta berinteraksi dengan asisten suara pada ponsel pengguna.
Menariknya, model kedua ini sengaja tidak menyertakan kamera maupun fitur AI mandiri di dalamnya. Ketiadaan fitur canggih ini membuat perangkat tersebut lebih fokus pada fungsi dasar sebagai pelengkap ponsel pintar pengguna sehari-hari.
Kedua model kacamata pintar ini dikabarkan akan menggunakan lensa fotokromik sebagai fitur standar. Lensa fotokromik atau yang sering disebut sebagai lensa transisi adalah jenis lensa yang dapat berubah warna menjadi lebih gelap secara otomatis ketika terpapar sinar matahari.
Penggunaan lensa ini memungkinkan pengguna tetap merasa nyaman meski berpindah dari ruangan tertutup ke area terbuka dengan intensitas cahaya tinggi. Teknologi ini juga sudah lazim ditemukan pada berbagai produk kacamata pintar yang beredar di pasar global saat ini.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai harga jual perangkat tersebut. Jika mengacu pada nilai tukar saat ini, pengembangan perangkat kelas atas dengan fitur AI tentu menuntut biaya investasi yang besar bagi konsumen.
Laporan awal mengenai inisiatif Nothing dalam membangun kacamata pintar menunjuk pada target peluncuran di tahun 2027. Strategi dua model ini dinilai sebagai langkah strategis di tengah laporan bahwa perusahaan ingin berfokus pada pengembangan perangkat berbasis AI di masa depan.
Kehadiran dua opsi perangkat ini memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk memilih sesuai kebutuhan, baik bagi mereka yang menginginkan fitur canggih maupun sekadar aksesori cerdas yang ringan. Kita masih harus menunggu pengumuman resmi lebih lanjut dari pihak Nothing mengenai kepastian produk ini.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor