OnePlus 16 Meluncur dengan Baterai 9.000 mAh, Sayang Eksklusif di Tiongkok

OnePlus 16 resmi meluncur ke pasar Tiongkok pekan ini dengan spesifikasi yang sangat impresif.
Ponsel flagship ini hadir dengan baterai berkapasitas masif 9.000 mAh yang melampaui standar industri ponsel pintar saat ini. Kehadiran perangkat ini memicu antusiasme sekaligus kekecewaan bagi penggemar global karena ketersediaannya yang terbatas.
Keputusan perusahaan untuk menarik diri dari berbagai pasar internasional membuat OnePlus 16 menjadi barang langka di luar Tiongkok. Padahal, peningkatan yang dibawa oleh perangkat ini cukup signifikan dibandingkan model sebelumnya, yaitu OnePlus 15.
Sektor kamera kini mendapatkan pembaruan krusial dengan menyematkan sensor utama 200 MP. Sensor beresolusi tinggi ini dirancang untuk menutupi kelemahan sistem kamera pada generasi sebelumnya yang sering dikritik oleh para pengulas.
Layar perangkat ini juga menawarkan performa visual yang sangat mulus bagi pengguna. Spesifikasi menunjukkan layar tersebut mampu berjalan pada refresh rate 185 Hz, meski secara umum akan terkunci pada 165 Hz untuk penggunaan harian.
Sistem ini akan membuka potensi penuh 185 Hz secara otomatis ketika pengguna menjalankan aplikasi permainan berat. Fitur ini menjadi nilai jual utama bagi kalangan mobile gamer yang menginginkan responsivitas tinggi pada setiap inci layarnya.
Namun, terdapat beberapa catatan teknis yang cukup aneh pada perangkat baru ini. Salah satunya adalah penurunan kecepatan pengisian daya kabel dibandingkan seri terdahulu yang sempat mencuri perhatian dengan baterai 7.300 mAh.
Bagi konsumen di Tiongkok, OnePlus 16 mulai dijual pada 31 Oktober mendatang dengan banderol harga mulai dari CNY 5.999 atau sekitar Rp13,2 juta. Angka ini menempatkan perangkat tersebut bersaing langsung dengan ponsel kelas atas lainnya yang beredar di pasar global.
Sayangnya, bagi pasar di luar Tiongkok, tidak ada tanda-tanda kehadiran perangkat ini dalam waktu dekat. Kebijakan restrukturisasi bisnis perusahaan menjadi alasan utama mengapa konsumen internasional harus gigit jari melihat kecanggihan ponsel ini dari jauh.
Fenomena ini menunjukkan tren pergeseran fokus produsen ponsel pintar yang mulai memprioritaskan pasar domestik dengan spesifikasi tinggi. Meskipun inovasi yang ditawarkan sangat progresif, aksesibilitas global tetap menjadi tantangan besar bagi OnePlus di masa mendatang.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor











