Persebaya Surabaya Tahan Imbang Bhayangkara FC 1-1 di Laga Pembuka

Persebaya Surabaya berhasil mencuri satu poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara FC dalam laga perdana Liga Super 2026/2027 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Lampung, Sabtu sore.
Pertandingan pembuka ini menjadi ujian awal yang cukup berat bagi skuad asuhan Bernardo Tavares mengingat kekuatan lawan yang sulit diprediksi. Tuan rumah Bhayangkara FC tampil agresif sejak menit awal demi mengamankan poin penuh di hadapan pendukungnya sendiri.
Tim tamu mengejutkan pertahanan lawan lewat gol cepat Yann Mabella pada menit ke-13 yang memanfaatkan kelengahan barisan belakang. Striker asing tersebut dengan jeli memanfaatkan umpan lambung akurat yang gagal diantisipasi oleh penjaga gawang Bhayangkara FC, Awan Seto. Gol tersebut mengubah papan skor menjadi 0-1 dan memaksa tuan rumah keluar menyerang lebih cepat.
Memasuki babak kedua, Bhayangkara FC langsung meningkatkan intensitas serangan guna mengejar ketertinggalan skor.
Pelatih tuan rumah melakukan beberapa penyegaran dengan memasukkan pemain bertipe menyerang untuk membongkar pertahanan rapat tim tamu. Strategi tersebut membuahkan hasil pada menit ke-59 saat penyerang asing Allano berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Gol penyeimbang tersebut lahir dari skema serangan balik cepat yang diakhiri dengan umpan silang akurat dari Sidibe. Allano yang berdiri bebas tanpa kawalan ketat berhasil mengarahkan bola ke dalam gawang dengan sundulan tajam. Setelah gol tersebut, pertahanan Bajul Ijo dipaksa bekerja ekstra keras menahan gempuran beruntun hingga peluit panjang berbunyi.
Dengan hasil imbang ini, kedua tim harus puas berbagi satu angka dan menduduki peringkat keenam klasemen sementara.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengakui bahwa lawannya kali ini menyajikan perlawanan yang sangat merepotkan. Menurut Tavares, perubahan komposisi pemain dan karakter bermain Bhayangkara FC membuat timnya kesulitan membaca pola permainan musuh sejak awal.
"Kami tidak memiliki banyak rekaman pertandingan sebagai referensi untuk melihat secara utuh bagaimana karakteristik baru mereka," ujar pelatih asal Portugal tersebut. Ia juga mengingatkan anak asuhnya untuk segera melupakan euforia kemenangan turnamen pramusim Piala Presiden 2026. Tavares menegaskan bahwa kompetisi resmi memiliki atmosfer yang jauh berbeda dan membutuhkan konsistensi yang lebih tinggi.
Catatan sejarah pertemuan kedua tim memang menunjukkan dominasi Bhayangkara FC yang kerap menyulitkan klub asal Kota Pahlawan tersebut.
Pada musim kompetisi sebelumnya, Persebaya Surabaya harus menelan kekalahan 1-2 saat menjamu Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo. Rekor buruk itulah yang membuat Tavares meminta seluruh pemainnya tetap waspada dan tidak meremehkan lawan dalam kondisi apa pun.
Gelar juara Piala Presiden yang baru saja diraih beberapa pekan lalu dinilai bukan jaminan kesuksesan di liga reguler. Tavares menekankan bahwa setiap pertandingan adalah lembaran baru yang membutuhkan kerja keras serta taktik adaptif. Evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan untuk mempersiapkan tim menghadapi laga-laga berikutnya yang penuh tantangan.
Pertandingan seru yang disiarkan langsung oleh Indosiar dan platform streaming Vidio ini menandai dimulainya persaingan ketat kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor








