Premier League Pecahkan Rekor Belanja Pemain Musim Panas 2026: Tembus 3,46 Miliar Poundsterling

Klub-klub Premier League atau Liga Primer Inggris kembali mengukuhkan dominasinya di panggung sepak bola global, mencatatkan rekor baru belanja pemain pada bursa transfer musim panas 2026.
Hingga penutupan bursa pada Selasa, 1 September 2026, total pengeluaran klub-klub elit Inggris itu mencapai angka fantastis 3,46 miliar poundsterling, melampaui rekor sebelumnya yang berada di kisaran 3,1 miliar poundsterling.
Pencapaian ini sekaligus menegaskan kekuatan finansial Liga Primer yang tidak tertandingi, di tengah perdebatan global mengenai keberlanjutan model bisnis sepak bola dan regulasi Financial Fair Play (FFP).
Manchester City menjadi salah satu motor utama pergerakan di hari terakhir bursa transfer, dengan mendatangkan sejumlah nama besar ke Etihad Stadium.
Tim asuhan Enzo Maresca ini secara total menghabiskan lebih dari 450 juta poundsterling sepanjang jendela transfer musim panas ini.
Pembelian termahal mereka adalah gelandang Enzo Fernandez dari Chelsea, dengan nilai transfer yang mencapai 125 juta poundsterling.
Nilai tersebut menyamai rekor transfer termahal di Inggris yang sebelumnya dipegang oleh Liverpool saat mengakuisisi Alexander Isak. Fernandez, gelandang asal Argentina, diharapkan menjadi kekuatan baru di lini tengah City.
Direktur Sepak Bola Manchester City, Hugo Viana, menyambut positif kedatangan Fernandez.
"Dia adalah gelandang yang komplet: memiliki kemampuan teknis mumpuni, pekerja keras, tangguh dalam perebutan bola, dan juga mampu mencetak gol," ujar Viana, menggambarkan kualitas pemain barunya.
Selain Fernandez, Manchester City juga berhasil memboyong penyerang Iliman Ndiaye dari Everton dengan nilai kesepakatan 65 juta poundsterling.
Ndiaye, yang menunjukkan performa impresif sebelumnya, menyatakan ambisinya setelah bergabung dengan klub raksasa tersebut.
"Saya telah bekerja sepanjang hidup saya untuk mendapatkan kesempatan seperti ini," kata Iliman Ndiaye, penyerang baru Manchester City, menunjukkan semangatnya.
Di sisi lain, Chelsea mengalami kegagalan dalam usahanya mengamankan Lamine Camara dari AS Monaco, yang sedianya diproyeksikan sebagai pengganti Enzo Fernandez.
Kegagalan serupa juga menimpa Everton yang tidak berhasil merekrut Folarin Balogun seharga 40 juta poundsterling dari AS Monaco.
Meskipun demikian, Everton akhirnya berhasil mendapatkan Jack Grealish dengan status pinjaman, yang diharapkan bisa menambah daya serang mereka.
Sementara itu, bursa transfer juga diwarnai dengan kepindahan besar di antara klub papan atas.
Penyerang Gabriel Jesus membuat keputusan mengejutkan dengan meninggalkan Arsenal untuk bergabung dengan Barcelona di hari terakhir bursa transfer.
"Saya mendapat kesempatan ini sepuluh tahun lalu, namun kehidupan membawa saya ke arah yang berbeda. Kini, saya bisa berada di sini dan ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan," tutur Gabriel Jesus, penyerang baru Barcelona, mengungkapkan perasaannya.
Liverpool turut mencatatkan pembelian signifikan, memboyong Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain (PSG) dengan nilai 123 juta poundsterling.
Aktivitas transfer lain ditutup oleh Aston Villa yang mengamankan Ibrahim Mbaye seharga 47 juta poundsterling, sementara Newcastle United merekrut Matias Fernandez-Pardo senilai 51 juta poundsterling.
Tottenham Hotspur juga tak ketinggalan, mereka meminjam Mykhailo Mudryk dari Chelsea untuk memperkuat skuadnya.
Tren pengeluaran masif ini tidak hanya mencerminkan persaingan ketat di Liga Primer, tetapi juga menunjukkan kesiapan klub-klub untuk berinvestasi besar demi meraih kesuksesan, baik di kancah domestik maupun Eropa.
Dampak finansial dari rekor belanja ini akan menjadi sorotan, terutama bagaimana klub-klub menjaga keseimbangan neraca keuangan mereka di tengah tuntutan performa yang terus meningkat.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor











