Cara Damkar Menetralkan Tumpahan Oli di Jalan Raya Menggunakan Cairan Typhol

Kemacetan panjang sempat menyelimuti kawasan Jalan Margonda, Depok, pada Selasa (1/9/2026) malam.
Kepadatan kendaraan tersebut dipicu oleh proses pembersihan tumpahan oli yang membuat permukaan aspal menjadi sangat licin dan berbahaya bagi pengendara roda dua. Arus lalu lintas perlahan kembali normal setelah petugas memastikan kondisi jalan telah aman untuk dilintasi.
Peristiwa tumpahan minyak di jalan raya memang sering kali menimbulkan risiko tinggi, terutama bagi pengendara sepeda motor yang kehilangan keseimbangan. Sebagai respons cepat, Dinas Pemadam Kebakaran sering kali turun tangan menggunakan formula khusus bernama typhol untuk melenyapkan sisa pelumas yang tertinggal di permukaan jalan.
Eko Nugroho, anggota Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan, menjelaskan prosedur teknis dalam menangani tumpahan material berbahaya tersebut.
Typhol merupakan cairan berbentuk busa atau foam yang memiliki kemampuan efektif untuk menetralisir residu minyak maupun oli di permukaan jalan.
Pembersihan tumpahan oli tidak cukup dilakukan hanya dengan menyiramkan air bertekanan tinggi ke area yang terdampak. Air saja justru berpotensi membuat oli semakin meluas ke bagian jalan yang lebih lebar atau bahkan meresap lebih dalam ke pori-pori aspal.
Masyarakat sebenarnya bisa melakukan tindakan preventif awal dengan menaburkan pasir di atas tumpahan oli jika pelumas tersebut masih dalam kondisi cair. Langkah ini bertujuan untuk menyerap minyak sebelum petugas dari dinas terkait tiba di lokasi kejadian.
Namun, kondisi menjadi lebih rumit jika oli sudah meresap ke dalam pori-pori aspal atau jalanan berbahan beton.
Dalam situasi tersebut, petugas harus mengombinasikan semprotan air bertekanan dengan cairan typhol agar permukaan jalan kembali kesat dan aman dilalui oleh pengguna kendaraan.
Penggunaan cairan typhol ini pada dasarnya merupakan bentuk adaptasi petugas di lapangan guna meminimalkan angka kecelakaan lalu lintas. Meski fungsi utamanya adalah untuk memadamkan kebakaran yang disebabkan oleh bahan bakar minyak, efektivitas busa ini terbukti mampu mengikat molekul oli dengan cepat.
Kebutuhan akan tindakan cepat ini didorong oleh banyaknya laporan pengendara yang terjatuh akibat jalan licin. Langkah teknis yang diterapkan Damkar ini menjadi solusi praktis dalam menekan risiko kecelakaan yang diakibatkan oleh kebocoran pelumas kendaraan di ruang publik.
Upaya pembersihan ini merupakan bagian dari standar operasional petugas untuk menjamin keselamatan infrastruktur jalan raya. Keberadaan residu oli yang dibiarkan begitu saja akan menciptakan titik bahaya laten yang sewaktu-waktu dapat memicu kecelakaan beruntun bagi pengendara yang melintas.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor












