Saham Securitize Melonjak 8 Persen Seiring Dorongan Tokenisasi di Korea Selatan

Harga saham platform tokenisasi aset, Securitize, mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 8 persen pada perdagangan Selasa waktu setempat.
Lonjakan ini dipicu oleh pengumuman kemitraan strategis antara Securitize dengan raksasa teknologi asal Korea Selatan, LG CNS. Kerja sama ini bertujuan membangun infrastruktur aset digital bagi lembaga keuangan di negara tersebut.
Saham perusahaan dengan kode emiten SECZ itu sempat menyentuh harga sekitar 12,60 dolar AS atau setara dengan Rp198.000 per lembar sebelum akhirnya mengalami penyesuaian di siang hari. Perusahaan ini sebelumnya telah melantai di Bursa Efek New York pada Juli lalu melalui skema merger dengan perusahaan akuisisi bertujuan khusus, Cantor Equity Partners II.
Sebagai informasi, Special Purpose Acquisition Company atau SPAC adalah perusahaan yang dibentuk khusus untuk menggalang dana melalui IPO guna mengakuisisi perusahaan lain yang sudah ada.
Kemitraan antara Securitize dan LG CNS dituangkan dalam nota kesepahaman untuk mengembangkan berbagai aset berbasis token. Fokus kolaborasi mencakup pengembangan dana investasi, saham, hingga stablecoin yang menyasar pasar kawasan Asia-Pasifik.
Kesepakatan ini terjadi tepat saat pemerintah Korea Selatan merancang aturan baru terkait pasar aset digital. Financial Services Commission di Seoul baru saja mengusulkan kerangka hukum yang mengatur penerbitan serta sirkulasi saham, obligasi, dan dana investasi berbasis token yang akan berlaku efektif mulai Februari 2027.
Langkah ini memberikan keuntungan bagi Securitize dalam menembus pasar Korea Selatan lebih awal sebelum aturan formal diimplementasikan. Di saat yang sama, LG CNS juga baru meluncurkan platform infrastruktur blockchain yang dirancang untuk mendukung perbankan dalam mengelola stablecoin dan sekuritas token.
Sektor tokenisasi aset dunia nyata atau Real World Assets kini telah tumbuh mencapai nilai kapitalisasi sekitar 40 miliar dolar AS atau setara dengan Rp628 triliun. Pertumbuhan awal sektor ini mayoritas didorong oleh surat utang negara Amerika Serikat dan kredit swasta yang menawarkan imbal hasil tetap.
Namun, tren mulai bergeser ke arah tokenisasi saham tradisional yang kian populer di kalangan investor. Data dari RWA.xyz menunjukkan bahwa nilai pasar untuk saham berbasis token kini telah mencapai 3,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp50 triliun, meningkat 10,6 persen dalam kurun waktu 30 hari terakhir.
Carlos Domingo, Chief Executive Officer Securitize, meyakini bahwa adopsi teknologi ini memiliki potensi dampak besar terhadap pasar aset kripto secara luas. Ia sempat menyatakan bahwa tokenisasi saham dapat mendorong valuasi pasar kripto global hingga mencapai angka 5 triliun dolar AS di masa depan.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor









:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361386/original/062885200_1790718452-spanyol.jpg)



