Sberbank Resmi Dapatkan Izin Perdagangan Kripto oleh Bank Sentral Rusia

Bank sentral Rusia, Bank of Russia, secara resmi telah memasukkan Sberbank ke dalam daftar organisasi yang berwenang untuk melakukan pertukaran mata uang digital. Keputusan tersebut memungkinkan bank terbesar di Rusia itu untuk membeli maupun menjual aset kripto menggunakan modal serta nama mereka sendiri.
Langkah ini menyusul penetapan Sberbank sebagai penyimpan aset digital atau digital depository enam hari sebelumnya. Status ganda tersebut memberikan keleluasaan bagi bank untuk menjadi mitra lawan transaksi nasabah sekaligus mengelola catatan kepemilikan aset tanpa harus melibatkan pihak ketiga eksternal.
Sberbank berencana mengintegrasikan layanan aset kripto ke dalam platform yang sudah ada, seperti SberBank Online dan SberInvestments. Inovasi ini akan dimulai dengan mendukung perdagangan Bitcoin, Ethereum, serta USDT milik Tether pada 1 Desember mendatang.
Meski tanggal peluncuran telah ditetapkan, pihak manajemen menyatakan bahwa realisasi layanan ini masih bergantung pada regulasi sekunder yang sedang disusun oleh otoritas moneter. Sberbank saat ini tercatat melayani 110,6 juta nasabah ritel dan 3,5 juta nasabah korporasi, sehingga potensi pasar aset digital di Rusia diprediksi akan melonjak signifikan.
Wakil Ketua Sberbank, Anatoly Popov, memperkirakan volume perdagangan kripto di Rusia bisa mencapai 4 triliun rubel atau sekitar Rp696 triliun pada tahun pertama operasional. Proyeksi tersebut bahkan melonjak hingga 7,5 triliun rubel atau sekitar Rp1.306 triliun pada tahun 2029.
Bank ini juga memiliki rencana ambisius untuk menerima Ethereum dan USDT sebagai agunan pinjaman, namun pelaksanaannya masih menunggu persetujuan akhir dari bank sentral terkait peredaran aset tersebut secara publik. Regulasi yang ditandatangani Presiden Vladimir Putin pada Agustus lalu membatasi investor non-kualifikasi dengan plafon pembelian hingga 300.000 rubel atau sekitar Rp52 juta per tahun.
Terdapat persyaratan ketat bagi para pembeli, di mana mereka wajib lulus ujian pengetahuan keuangan terlebih dahulu sebelum diizinkan bertransaksi. Selain itu, daftar aset yang diizinkan untuk diperdagangkan hanya terbatas pada Bitcoin, Ethereum, dan USDT.
Perubahan sikap Rusia dalam menangani aset kripto cukup drastis jika melihat ke belakang. Pada Januari 2022, Bank of Russia sempat mengusulkan larangan total terhadap penggunaan, penambangan, serta pertukaran kripto karena dianggap mengancam stabilitas keuangan nasional.
Situasi kini berbalik, di mana regulator justru memberikan lisensi kepada bank terbesar untuk mengoperasikan meja perdagangan kripto. Penting untuk diingat bahwa penggunaan kripto sebagai alat pembayaran sah di dalam wilayah Rusia tetap dilarang keras, sehingga nasabah Sberbank hanya diperbolehkan membeli atau menyimpan aset tersebut sebagai instrumen investasi.
Seluruh perusahaan yang terdaftar dalam program ini diberikan tenggat waktu hingga 1 September 2027 untuk memastikan operasional mereka sepenuhnya patuh pada undang-undang baru. Bank sentral menegaskan bahwa kerangka aturan sekunder akan menjadi penentu utama dalam dinamika pasar kripto di Rusia ke depan.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor












