Sengketa Maritim Yunani dan Turki Kembali Memanas di Laut Aegea

Sengketa maritim Yunani dan Turki kembali memanas setelah Ankara secara sepihak menetapkan dua kawasan taman laut lindung di wilayah Laut Aegea yang diperebutkan kedua negara.
Langkah sepihak ini seketika mengakhiri masa tenang singkat yang sempat dinikmati kedua negara tetangga tersebut selama hampir tiga tahun terakhir. Hubungan diplomatik kedua negara sempat membaik pascagempa bumi dahsyat di Turki pada Februari 2023, yang kemudian diikuti dengan penandatanganan Deklarasi Athena tentang Hubungan Persahabatan dan Ketenagaan yang Baik pada Desember 2023.
Selama periode damai yang singkat tersebut, baik Athena maupun Ankara sama sekali tidak melakukan langkah nyata untuk menyelesaikan akar masalah batas maritim mereka. Akibatnya, kebijakan perlindungan lingkungan yang seharusnya menjadi upaya pelestarian alam justru berubah menjadi pemantik ketegangan baru di kawasan. Penetapan dua taman laut oleh Turki pada awal bulan ini memicu protes keras dari Kementerian Luar Negeri Yunani yang langsung menyebut langkah tersebut ilegal.
Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, menegaskan dalam rapat kabinet bahwa kedaulatan wilayah negaranya telah ditentukan secara jelas oleh hukum internasional.
Yunani sendiri sebenarnya telah merencanakan pembangunan dua taman laut serupa pada tahun 2025 di Kepulauan Ionia dan Cyclades selatan yang berada di bawah teritorial mereka. Saat rencana itu diumumkan, Turki langsung bereaksi keras dan meminta semua pihak menghindari tindakan sepihak di wilayah laut semi-tertutup seperti Aegea.
Kini, situasi berbalik setelah Turki mengumumkan wilayah konservasi versinya sendiri tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan pemerintah Yunani. Isu pelestarian lingkungan tampaknya hanya menjadi tameng politik bagi kedua negara untuk memperkuat klaim wilayah masing-masing di Laut Aegea. Langkah ini dipandang sebagai taktik baru untuk menegaskan dominasi dalam sengketa maritim yang sudah berlangsung selama puluhan tahun.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor

















