Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah Dua Dekade

Megabintang sepak bola dunia, Lionel Messi, secara mengejutkan mengumumkan keputusannya untuk pensiun dari timnas Argentina setelah berkarier selama lebih dari dua dekade. Langkah besar ini disampaikan langsung oleh sang kapten melalui unggahan surat tertulis di akun media sosial pribadinya pada Senin, 31 Agustus 2026.
Keputusan ini diambil hanya berselang satu bulan setelah skuad Albiceleste mengalami kekalahan pahit pada laga final Piala Dunia 2026. Melalui catatan tulisan tangan berbahasa Spanyol, penyerang legendaris berusia 39 tahun tersebut mengonfirmasi bahwa ia menyudahi pengabdiannya untuk negara. Kehilangan trofi di partai puncak turnamen tertinggi itu tampaknya menjadi momentum emosional bagi sang pemain untuk mengevaluasi masa depannya.
"Setelah sekian lama waktu berlalu sejak final, dan setelah mempertimbangkannya dengan matang, saya ingin memberi tahu semua orang bahwa saya pensiun dari tim nasional Argentina," tulis mantan ikon Barcelona tersebut.
Sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang sejarah, Messi telah mengukir statistik yang sangat luar biasa bersama negaranya. Pemain kelahiran Rosario ini menyumbangkan 125 gol serta 68 umpan matang dalam total 207 pertandingan resmi sejak melakoni debut internasional pada tahun 2005.
Prestasi puncaknya terjadi ketika ia berhasil mempersembahkan trofi Copa America 2021 dan 2024, serta piala paling prestisius, yaitu Piala Dunia 2022 di Qatar. Pencapaian ini sekaligus menghapus dahaga gelar publik Argentina yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Keberhasilan tersebut juga menyejajarkan dirinya dengan legenda terbesar sepak bola Argentina lainnya, Diego Maradona.
"Ini adalah keputusan yang menyakitkan, bahkan masih terasa menyakitkan hingga sekarang, tetapi saya sadar bahwa waktunya telah tiba," ungkap Messi dalam surat perpisahannya.
Ia menegaskan bahwa dirinya selalu mengerahkan segenap kemampuan setiap kali mengenakan seragam biru langit-putih yang menjadi kebanggaan negaranya. Komitmen tersebut tidak hanya berlaku saat tim memenangi seluruh trofi beberapa tahun terakhir, melainkan sejak awal perjuangannya yang penuh rintangan.
Di balik keputusan profesional yang berat ini, terdapat pula kedukaan mendalam yang sedang menyelimuti kehidupan pribadinya. Ayah kandungnya, Jorge Messi, baru saja berpulang untuk selamanya, sebuah peristiwa yang kian memperkuat tekadnya untuk mundur dari lapangan hijau internasional. Jorge bukan sekadar sosok orang tua, melainkan juga agen dan mentor terdekat yang menemani seluruh perjalanan karier Messi sejak masa kecil.
"Waktu semakin singkat, bab-bab akan segera berakhir, dan ini adalah salah satu bab yang sangat menyakitkan bagi saya," tutur penyerang yang kini merumput di Major League Soccer, liga sepak bola utama Amerika Serikat, tersebut.
Messi merasa bahwa saat ini skuad Argentina sudah memiliki generasi muda berbakat yang siap melanjutkan estafet kepemimpinannya. Ia menilai masa depan tim nasional berada di tangan yang tepat dengan kehadiran para talenta baru tersebut.
Sebagai penutup, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pendukung Albiceleste yang setia menemani pasang surut kariernya selama dua puluh tahun terakhir. Hubungan Messi dengan para suporter sempat mengalami ketegangan pada masa-masa sulit sebelum mencair setelah rentetan gelar juara diraih. Kini, ia berjanji akan terus mendukung Argentina dari bangku penonton sebagai seorang penggemar biasa.
"Terima kasih atas semua kasih sayang selama 20 tahun terakhir ini, saya akan sangat merindukan suara kalian dari lapangan," kenang peraih gelar juara dunia tersebut.
Ucapan terima kasih juga dialamatkan kepada jajaran pelatih, rekan setim, serta staf ofisial yang mendampinginya dalam melewati momen-momen bersejarah. Dukungan tanpa henti dari keluarga besar adalah pilar utama yang membuatnya mampu bertahan di level tertinggi sepak bola dunia begitu lama.
Di akhir suratnya, Messi mengungkapkan rasa bangga atas semua mimpi masa kecil yang berhasil diwujudkannya bersama seluruh skuad Argentina. Ia merasa telah memberikan segalanya dan pergi dengan perasaan tenang tanpa ada penyesalan yang tersisa. Tulisan emosional itu pun diakhiri dengan sebuah kalimat sarat rasa syukur atas tanah kelahirannya.
"Terima kasih, Tuhan, karena telah menjadikan saya orang Argentina," tulis pencetak gol terbanyak sepanjang masa skuad Albiceleste tersebut.
Sebuah catatan khusus di bagian akhir surat memperjelas bahwa keputusan pensiun ini sebenarnya telah dirumuskan tak lama setelah partai final Piala Dunia usai pada tanggal 21 Juli. Namun, peristiwa duka yang menimpa sang ayah beberapa waktu setelahnya membuat keputusan tersebut terasa kian mutlak untuk diumumkan sekarang.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor









