Son Heung-min Resmi Menjadi Pencetak Gol Terbanyak Sepanjang Masa Korea Selatan

Son Heung-min resmi mencatatkan namanya dalam buku sejarah sepak bola Korea Selatan sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa. Rekor ini pecah saat ia mencetak gol ke-59 dalam pertandingan persahabatan melawan Uzbekistan di Stadion Yongin Mireu, Selasa kemarin.
Penyerang berusia 34 tahun ini berhasil mengungguli capaian legendaris Cha Bum-kun yang sebelumnya memegang rekor tersebut selama bertahun-tahun. Gol bersejarah itu tercipta melalui eksekusi tendangan bebas yang akurat saat laga baru berjalan enam menit.
Stadion Yongin Mireu terletak sekitar 40 kilometer di sebelah selatan Seoul, ibu kota Korea Selatan. Pertandingan tersebut menjadi saksi bisu bagi penampilan impresif sang kapten yang telah mengabdi untuk negara selama lebih dari satu dekade.
Son hanya membutuhkan waktu dua pertandingan setelah menyamai rekor Cha Bum-kun untuk melampaui angka tersebut. Catatan ini semakin lengkap dengan statusnya sebagai pemain putra dengan jumlah penampilan terbanyak untuk tim nasional Korea Selatan, yakni sebanyak 151 laga.
Meskipun performanya di lapangan sangat dominan, Son tetap menunjukkan kerendahan hati saat merespons pencapaian individunya. Ia menegaskan bahwa torehan gol tersebut adalah hasil kerja keras kolektif bersama rekan setim dan dukungan pelatih.
Dalam keterangan resminya kepada media, ia menyatakan bahwa dirinya tidak pernah memandang posisi di tim nasional sebagai sesuatu yang permanen. Ia merasa berutang banyak kepada para penggemar yang selalu memberikan dukungan tanpa henti di setiap pertandingan.
Bagi Son, kemenangan tim dengan skor 2-0 dan catatan tidak kebobolan jauh lebih penting daripada rekor pribadi. Ia merasa puas karena mampu menjaga performa defensif Korea Selatan sepanjang pertandingan melawan Uzbekistan.
Pemain yang kini berkarier di Inggris tersebut bahkan melontarkan harapan agar rekornya dapat dipecahkan oleh generasi penerus di masa depan. Ia meyakini akan muncul pemain yang lebih baik untuk membawa sepak bola Korea Selatan ke level yang lebih tinggi.
Son mengenang perjalanan panjangnya yang dimulai sejak debut internasional pada Desember 2010 saat menghadapi Suriah. Gol pertama ia cetak setahun kemudian ke gawang India pada ajang Piala Asia 2011.
Sejak saat itu, ia konsisten menjadi pilar utama di berbagai turnamen internasional bergengsi. Son telah tampil di empat edisi Piala Dunia, mulai dari 2014 hingga 2026, serta menjadi tulang punggung tim dalam beberapa edisi Piala Asia.
Penghormatan tinggi juga ia tujukan kepada Cha Bum-kun yang dianggapnya sebagai figur legenda luar biasa. Ia merasa sangat terhormat namanya dapat disejajarkan dengan sosok yang menjadi inspirasi bagi banyak pesepak bola di Korea Selatan.
Son kini berkomitmen untuk terus memberikan performa terbaik setiap kali mengenakan jersey tim nasional. Baginya, setiap detik di lapangan adalah kesempatan untuk membuat seluruh rakyat Korea Selatan merasa bangga dengan perjuangan tim di kancah internasional.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor












