Startup Chip AI Fisik SiMa.ai Raih Valuasi Rp23 Triliun dalam Putaran Pendanaan

Startup teknologi SiMa.ai baru saja mengumumkan keberhasilan perolehan pendanaan Seri C senilai USD 150 juta, atau setara dengan Rp2,36 triliun. Pencapaian ini membawa valuasi perusahaan pengembang chip kecerdasan buatan tersebut melonjak hingga USD 1,45 miliar atau sekitar Rp22,8 triliun.
Putaran investasi ini dipimpin oleh Fidelity Management and Research Company bersama Amplify.
Beberapa pemodal besar lainnya turut berpartisipasi dalam pendanaan ini, termasuk Alter Venture Partners, Dell Technologies Capital, dan StepStone Group. Partisipasi investor kelas kakap menunjukkan optimisme pasar terhadap teknologi komputasi perangkat keras yang mereka kembangkan.
SiMa.ai fokus menciptakan chip dan perangkat lunak yang memungkinkan robot, drone, hingga kamera memproses kecerdasan buatan secara langsung di perangkat. Teknologi ini dikenal dengan istilah komputasi tepi atau edge computing.
Dengan sistem ini, perangkat tidak perlu mengirimkan data ke pusat data jarak jauh atau cloud untuk diolah. Proses pengolahan data lokal secara langsung dapat mengurangi latensi atau jeda waktu respon secara drastis.
Perusahaan ini didirikan pada 2018 oleh Krishna Rangasayee, mantan petinggi di perusahaan chip Groq. Visinya adalah menyediakan chip hemat energi yang mampu mendukung operasional perangkat otonom.
Saat ini, SiMa.ai bersaing di tengah pasar chip AI yang didominasi oleh raksasa teknologi seperti Nvidia. Namun, mereka menawarkan keunggulan pada aspek efisiensi biaya dan kinerja latensi rendah.
Strategi tersebut dipasang untuk menyasar pasar perangkat AI fisik yang berkembang pesat, termasuk robot humanoid. Penggunaan robot humanoid sendiri adalah mesin dengan bentuk menyerupai manusia yang dirancang untuk melakukan tugas fisik kompleks di lingkungan sekitar manusia.
Total modal yang berhasil dihimpun oleh perusahaan kini telah melampaui USD 500 juta atau sekitar Rp7,8 triliun. Sebelumnya, startup ini memiliki valuasi sebesar USD 960 juta, atau sekitar Rp15,1 triliun, setelah mendapatkan pendanaan Seri B pada Juli 2025.
Perolehan dana segar ini akan dialokasikan untuk mempercepat pengembangan produk generasi mendatang. Mereka menargetkan dominasi di segmen pasar yang membutuhkan pemrosesan data real-time tanpa bergantung pada konektivitas internet yang lambat.
Pertumbuhan SiMa.ai mencerminkan tren industri teknologi global yang mulai bergeser ke arah pemrosesan AI secara lokal. Efisiensi energi menjadi faktor pembeda utama di tengah kebutuhan perangkat elektronik yang semakin portabel.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa investor masih memiliki selera tinggi terhadap inovasi chip khusus AI. Persaingan di sektor ini diperkirakan akan semakin sengit dalam beberapa tahun ke depan seiring dengan adopsi luas robotika dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor













