Tak Perlu Sebanyak di Iklan, Ini Takaran Pasta Gigi yang Benar untuk Anak dan Dewasa

Persatuan Dokter Gigi Amerika menyarankan masyarakat untuk mengubah kebiasaan penggunaan pasta gigi yang berlebihan saat menyikat gigi sehari-hari demi menjaga kesehatan mulut. Banyak orang masih mengikuti visualisasi iklan yang menunjukkan takaran pasta gigi menutupi seluruh permukaan bulu sikat, padahal jumlah tersebut tidak sesuai dengan standar medis yang dianjurkan.
Kebiasaan keliru ini sering kali menyebabkan pemborosan produk tanpa memberikan manfaat tambahan yang nyata bagi kebersihan gigi dan gusi. Para ahli kesehatan menekankan bahwa fungsi utama pembersihan gigi berasal dari gerakan mekanis sikat, bukan dari volume busa yang dihasilkan oleh pasta. Penggunaan produk yang terlalu melimpah justru berisiko menyamarkan sisa plak yang belum terangkat secara sempurna akibat sensasi licin di mulut.
Dosis penggunaan pembersih gigi ini sebenarnya harus disesuaikan dengan kelompok usia pengguna untuk menghindari dampak negatif bagi kesehatan jangka panjang.
Bagi kelompok usia dewasa, American Dental Association (ADA) memberikan rekomendasi penggunaan pasta gigi hanya sebesar biji kacang polong. Jumlah tersebut dinilai sudah sangat mencukupi untuk memberikan perlindungan fluoride yang diperlukan tanpa merusak lapisan pelindung gigi alami manusia.
Meski produk ini membantu menyegarkan napas dengan sensasi mint yang kuat, kandungan kimia di dalamnya tidak boleh digunakan secara sembarangan. Sebagian besar merek mengandung fluoride yang berfungsi memperkuat email serta mencegah timbulnya lubang pada struktur gigi. Jika digunakan dalam jumlah yang tepat, zat kimia ini bekerja efektif tanpa menimbulkan efek samping pada sistem pencernaan jika tidak sengaja tertelan dalam jumlah kecil.
"Pasta gigi mengandung surfaktan sejenis detergen yang membuat gigi terasa halus, sehingga Anda mendapatkan sensasi seolah-olah gigi sudah bersih seketika," ujar peneliti gigi Fridus van der Weijden mengutip Today.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor














