Tanjung Lesung Siapkan Wisata Skydiving di Banten, Target Beroperasi 2026

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung di Pandeglang, Banten, segera menghadirkan atraksi wisata skydiving bagi wisatawan yang mencari pengalaman olahraga ekstrem di tepi laut. Kerja sama pengembangan wisata udara ini diresmikan melalui penandatanganan perjanjian antara PT Banten West Java dengan PT Bro Skydive Indonesia di Jakarta pada Kamis pekan lalu.
Inisiatif ini tidak hanya mencakup aktivitas terjun payung, tetapi juga perluasan ke sektor sport aviation dan aviation tourism yang lebih luas di wilayah pesisir tersebut. Tanjung Lesung selama ini lebih dikenal sebagai destinasi wisata bahari melalui aktivitas jetski, snorkeling, hingga penjelajahan pulau. Melalui penambahan fasilitas udara, pengelola berupaya mendiversifikasi pilihan hiburan bagi pengunjung agar memiliki alasan kuat untuk menetap lebih lama di Pandeglang.
Direktur Utama PT Bro Skydive Indonesia Fanny Kusuma Dewi menjelaskan bahwa Tanjung Lesung memiliki infrastruktur yang memadai untuk mendukung olahraga dirgantara tersebut.
Menurut Fanny, keunikan lokasi ini terletak pada kombinasi antara keindahan panorama dari ketinggian dan kemudahan akses ke aktivitas rekreasi air segera setelah penerjun mendarat. Wisatawan dapat langsung melanjutkan agenda liburan seperti memancing atau berkeliling pulau menggunakan perahu motor di kawasan yang sama tanpa harus berpindah tempat terlalu jauh.
Guna mendukung operasional wisata ekstrem ini, PT Banten West Java mengalokasikan lahan seluas sembilan hektare untuk berbagai kebutuhan fasilitas teknis. Pembangunan akan difokuskan pada area pendaratan atau landing zone, perluasan apron, serta taxiway di lingkungan Bandara Salakanagara. Perbaikan infrastruktur ini diperlukan untuk menjamin keamanan setiap penerbangan maupun pendaratan darurat bagi para atlet dan wisatawan.
Direktur Operasional PT Banten West Java sekaligus Kepala Bandara Salakanagara Kunto Wijoyo menyebutkan bahwa landasan pacu akan diperpanjang sekitar 200 meter. Perpanjangan runway tersebut bertujuan untuk mengakomodasi pesawat pengangkut penerjun yang membutuhkan jarak pacu lebih spesifik dibanding pesawat rekreasi biasa.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor













