Tether Jalin Kerja Sama dengan Bank Sentral Kazakhstan Kembangkan Aset Kripto

Tether, perusahaan di balik stablecoin terbesar di dunia, resmi menandatangani nota kesepahaman dengan Bank Nasional Kazakhstan dan Otoritas Kota Alatau pada Rabu lalu. Kerja sama ini bertujuan mengeksplorasi potensi penerbitan stablecoin serta pengembangan aset digital berbasis teknologi blockchain di negara tersebut.
Langkah pertama dari kesepakatan ini berfokus pada studi kelayakan untuk meluncurkan stablecoin yang dipatok terhadap mata uang lokal Kazakhstan, yakni tenge.
Ketiga pihak akan meninjau mekanisme penerbitan stablecoin yang diterapkan di berbagai negara untuk merumuskan konsep serta proposal proyek percontohan yang matang. Meski demikian, pernyataan resmi perusahaan belum memerinci pihak mana yang nantinya memegang kendali penuh atas penerbitan token tersebut.
Selain mata uang digital, kolaborasi ini mencakup tokenisasi aset fisik, seperti bangunan atau surat utang, ke dalam bentuk digital di jaringan blockchain.
Model ini memungkinkan kepemilikan aset riil direpresentasikan sebagai token digital yang dapat diperdagangkan dengan efisiensi tinggi. Pilot proyek untuk kategori aset prioritas ini direncanakan berlangsung di Alatau, kemungkinan menggunakan platform Hadron yang baru diluncurkan Tether pada November 2024.
Perlu dipahami bahwa nota kesepahaman ini merupakan pernyataan niat untuk bekerja sama, bukan kontrak mengikat yang menjamin eksekusi proyek dalam waktu dekat. Perjanjian ini juga memuat agenda pelatihan bagi staf bank sentral mengenai pengelolaan cadangan aset dan teknis penerbitan token.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor















