Tragedi Kapal Feri Tenggelam di Siprus Utara, 8 Tewas dan 18 Hilang

Sebuah peristiwa tragis kapal feri tenggelam di lepas pantai Siprus Utara mengakibatkan sedikitnya delapan orang tewas dan 18 lainnya dinyatakan hilang.
Kecelakaan kapal feri tenggelam ini terjadi di perairan Kyrenia, sebuah wilayah pesisir utara Siprus yang populer sebagai destinasi wisata.
Perdana Menteri Siprus Utara, Ünal Üstel, mengonfirmasi bahwa kapal feri tersebut mengangkut 259 penumpang dan delapan kru ketika mulai kemasukan air pada hari Minggu.
Otoritas keamanan bergerak cepat dengan menahan kapten kapal beserta tujuh kru untuk menjalani pemeriksaan intensif terkait penyebab kecelakaan. Siprus Utara merupakan wilayah yang secara administratif hanya diakui oleh Turki setelah terpisah dari wilayah selatan pulau tersebut sejak tahun 1974. Penyelidikan kini difokuskan pada dugaan kelalaian prosedur keselamatan pelayaran di tengah cuaca buruk.
"Kami akan mengusut tuntas musibah ini dan kelalaian sekecil apa pun akan kami ungkap ke publik," ujar Üstel melalui pernyataan resmi di media sosialnya.
Kapal cepat komersial bernama Filo Jet itu diketahui milik perusahaan swasta Filo Denizcilik dan berlayar di bawah bendera Turki. Kapal dengan panjang 40 meter dan lebar 10 meter tersebut dijadwalkan berangkat sejak hari Sabtu, namun tertunda akibat gelombang tinggi di Laut Mediterania.
Berdasarkan laporan media lokal TRT, kapal nahas tersebut dihantam oleh dua gelombang besar secara beruntun sebelum terbalik. Ketika kapten kapal berupaya mengendalikan kemudi setelah hantaman pertama, ombak kedua yang lebih besar menyapu geladak hingga air mulai masuk ke lambung kapal. Kondisi laut yang sangat bergejolak membuat kapal kehilangan keseimbangan dengan sangat cepat.
Hingga saat ini, kapal feri tersebut dilaporkan telah tenggelam sepenuhnya ke dasar laut.
Tim penyelamat gabungan dari Siprus Utara dan Turki kini tengah berfokus mencari kotak hitam kapal untuk mengungkap data pelayaran terakhir. Helikopter penyelamat, kapal penjaga pantai, serta armada ambulans telah disiagakan di sepanjang garis pantai untuk mengevakuasi korban yang selamat.
Menteri Transportasi Siprus Utara, Erhan Arikli, menjelaskan bahwa sekitar 100 orang telah berhasil dievakuasi ke daratan dalam kondisi selamat. Seorang nelayan setempat bernama Mustafa Koc menceritakan bagaimana ia berhasil menyelamatkan sekitar 65 penumpang menggunakan perahu pribadinya. Koc menilai bahwa kru kapal seharusnya menunda pelayaran karena kondisi laut saat itu masih sangat berbahaya bagi kapal jenis katamaran.
"Kondisi laut sangat berombak dan kapal tersebut sebenarnya sudah terlihat mengalami sedikit kerusakan di bagian haluan sejak mendarat hari Sabtu," tutur Koc kepada wartawan.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyampaikan rasa duka cita mendalam bagi para korban dan menegaskan komitmennya untuk membantu proses evakuasi. Turki segera mengirimkan bantuan armada militer tambahan guna memperluas area pencarian korban yang masih hilang di perairan tersebut.
Musibah ini menjadi sorotan tajam bagi industri pariwisata dan transportasi laut di kawasan Mediterania Timur yang kerap dipadati turis mancanegara. Otoritas pelayaran kini menghadapi tekanan besar untuk mengevaluasi standar kelaikan kapal cepat yang beroperasi di wilayah konflik administratif tersebut. Pihak operator kapal, Filo Denizcilik, menyatakan duka cita mendalam dan telah membuka saluran telepon darurat bagi keluarga korban yang mencari informasi terkini.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor














