Ulasan Lengkap Samsung Galaxy A18: Layar Super AMOLED dengan Dukungan Update Panjang

Samsung resmi membawa Galaxy A18 ke pasar Indonesia pada 16 Oktober 2026 sebagai suksesor di segmen menengah yang mengutamakan durabilitas perangkat lunak.
Ponsel ini menyasar kalangan profesional muda dan pengguna aktif yang membutuhkan perangkat andal untuk produktivitas harian, seperti mengelola pesan, media sosial, hingga kebutuhan hiburan ringan. Untuk mendapatkan perangkat ini, konsumen perlu merogoh kocek Rp4.299.000 bagi varian RAM 4 GB dan Rp5.299.000 untuk versi RAM 8 GB.
Layar menjadi nilai jual utama ponsel ini berkat panel Super AMOLED berukuran 6,7 inci dengan resolusi FHD+ atau 1080 x 2340 piksel. Penggunaan teknologi AMOLED memungkinkan kontras warna yang lebih tajam serta hitam pekat, jauh melampaui kemampuan layar LCD standar di kelasnya. Dukungan refresh rate 90 Hz pun memberikan pengalaman gulir layar yang cukup halus bagi mata pengguna.
Daya tarik lain yang tidak bisa diabaikan adalah komitmen Samsung dalam memberikan pembaruan sistem operasi Android hingga enam generasi ke depan. Mereka juga menjanjikan dukungan pembaruan keamanan selama enam tahun penuh agar ponsel tetap terlindungi dari ancaman siber yang berkembang seiring waktu.
Dari sisi desain, Galaxy A18 memiliki ketebalan 7,7 mm dan bobot 196 gram, sehingga terasa ergonomis dalam genggaman. Ponsel ini sudah mengantongi sertifikasi IP64 yang berarti perangkat memiliki ketahanan cukup terhadap debu dan cipratan air, namun pengguna tetap tidak disarankan membawanya ke dalam air.
Performa perangkat didukung oleh chipset MediaTek Helio G99+ yang terbukti efisien untuk tugas harian. Kendati demikian, pengguna perlu menyadari bahwa ponsel ini belum mendukung konektivitas 5G dan bukan dirancang untuk menjalankan gim berat dengan grafis intensif.
Sektor baterai berkapasitas 5.000 mAh dilengkapi teknologi pengisian cepat 25 W. Meski angka tersebut standar, Samsung mengeklaim teknologi ini mampu menopang penggunaan intensif sepanjang hari dengan optimalisasi siklus baterai yang tahan hingga 1.200 kali pengisian.
Kualitas audio menjadi poin yang cukup krusial bagi sebagian pengguna, karena perangkat ini masih mengandalkan speaker mono. Ketiadaan port audio jack 3,5 mm pun memaksa pengguna untuk bergantung pada koneksi nirkabel atau menggunakan adaptor USB Type-C, meski dalam paket penjualan disertakan earphone sebagai pelengkap.
Kehadiran fitur kecerdasan buatan seperti Google Gemini dan Circle to Search memberikan kemudahan akses informasi secara instan bagi pengguna. Fitur-fitur ini terintegrasi langsung dalam antarmuka One UI 9, memperkuat posisi Galaxy A18 sebagai perangkat modern bagi mereka yang mengedepankan efisiensi dan keamanan data jangka panjang.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor









:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379462/original/095287800_1792633034-Khvicha_Kvaratskhelia.jpg)

