Upgrade Ethereum Glamsterdam Meluncur di Sepolia, Tingkatkan Skalabilitas

Jaringan Ethereum resmi meluncurkan pembaruan sistem yang dikenal sebagai Glamsterdam pada jaringan uji coba Sepolia. Uji coba ini menjadi salah satu tahap krusial sebelum implementasi penuh di jaringan utama Ethereum yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
Pooja Ranjan, kontributor komunitas Ethereum, mengumumkan bahwa aktivasi Glamsterdam pada Sepolia telah berjalan pada Selasa (1/10) pukul 13.53 UTC. Langkah teknis ini dilakukan untuk memastikan efisiensi dan stabilitas protokol sebelum diperkenalkan ke publik secara luas.
Pembaruan Glamsterdam dirancang untuk mempercepat skalabilitas lapisan pertama atau layer-1 Ethereum melalui mekanisme pemisahan antara pengusul dan pembangun blok. Selain itu, terdapat penyesuaian biaya bahan bakar atau gas yang kini dirancang lebih akurat terhadap beban eksekusi jaringan.
Peningkatan ini membawa perubahan signifikan melalui penerapan EIP-7732 dan EIP-7928. Teknologi ini memungkinkan sistem melakukan validasi transaksi secara paralel, sehingga beban kerja jaringan menjadi jauh lebih ringan dibandingkan dengan sistem antrean tunggal yang digunakan saat ini.
Salah satu target utama dari pembaruan ini adalah peningkatan batas gas hingga mencapai 200 juta. Angka ini merupakan lonjakan besar dari batas gas saat ini yang berada di kisaran 60 juta, sehingga kapasitas pemrosesan transaksi akan meningkat drastis setelah pembaruan selesai.
Sebagai konteks, batas gas sendiri merupakan parameter untuk menentukan jumlah biaya maksimum yang harus dibayar pengguna untuk melakukan transaksi atau eksekusi smart contract di jaringan Ethereum. Peningkatan batasan ini mencerminkan ambisi pengembang untuk mendukung beban transaksi yang lebih masif bagi pengguna global.
Setelah fase pengujian di Sepolia tuntas, tim pengembang akan melanjutkan evaluasi pada jaringan uji coba Hoodi. Tahapan ini bertujuan untuk memvalidasi performa sistem dalam skenario yang lebih kompleks sebelum akhirnya meluncur ke mainnet Ethereum.
Komunitas pengembang global telah lama menantikan pembaruan ini karena dianggap sebagai salah satu pencapaian teknis paling penting di tahun 2026. Fokus utamanya adalah mempermudah aksesibilitas bagi pengguna sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur jaringan layer-1.
Setelah Glamsterdam beroperasi sepenuhnya, peta jalan Ethereum akan berlanjut ke pembaruan besar berikutnya yang disebut Hegotá. Saat ini, tim pengembang sedang menelaah sekitar 66 proposal teknis yang mencakup peningkatan privasi pengguna di dalam protokol Ethereum.
Langkah progresif ini membuktikan komitmen Ethereum untuk tetap kompetitif di tengah maraknya adopsi teknologi blockchain. Inovasi berkelanjutan ini menjadi fondasi bagi ekosistem keuangan terdesentralisasi yang lebih cepat dan efisien bagi para investor maupun institusi di masa depan.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor









:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361386/original/062885200_1790718452-spanyol.jpg)

