Namun, pada perdagangan kemarin, dana kelolaan tersebut mencatatkan arus keluar bersih sebesar USD 30,25 juta (sekitar Rp468 miliar). Bersamaan dengan itu, aksi korporasi berupa pemecahan nilai saham dengan rasio 3 banding 1 juga telah diberlakukan pada pagi harinya.
Tantangan reputasi bagi Zcash juga datang dari insiden peretasan yang menimpa bursa kripto Bitget baru-baru ini. Para peretas dilaporkan mencuri dana sekitar USD 387 juta dari bursa tersebut, yang mencakup aset di jaringan Zcash dan Tron.
Kepala Eksekutif Bitget menyatakan bahwa pola serangan tersebut menunjukkan keterlibatan kelompok peretas yang terafiliasi dengan Korea Utara. Meski atribusi resmi masih dalam tahap investigasi, peristiwa ini cukup membebani kepercayaan investor terhadap koin privasi yang sedang berusaha meraih reputasi lebih baik di pasar keuangan arus utama.
Secara teknikal, Zcash masih menunjukkan tren bullish dalam jangka panjang meski sedang mengalami koreksi tajam dalam lima hari terakhir. Indikator Relative Strength Index (RSI) kini berada di level 50,2 yang mengindikasikan kondisi pasar sedang netral, atau tidak lagi dalam posisi jenuh beli.
Analisis tren menggunakan Average Directional Index (ADX) menunjukkan angka 52,0, yang berarti tren kenaikan sebelumnya masih memiliki kekuatan cukup besar. Namun, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan level dukungan psikologis, di mana penutupan harian di bawah USD 1.233,00 (sekitar Rp19,1 juta) dapat memicu tekanan jual lebih lanjut.