MediaMarkt Tarik Dompet Kripto Ledger Akibat Temuan Modifikasi Ilegal

MediaMarktSaturn resmi menarik seluruh produk dompet perangkat keras Ledger dari gerai fisik dan platform daring mereka. Langkah ini diambil setelah munculnya berbagai laporan mengenai modifikasi ilegal pada perangkat keamanan kripto tersebut.
"Produk-produk tersebut telah dihapus dari jajaran produk kami secara internasional di semua negara," kata juru bicara MediaMarktSaturn kepada Cointelegraph.
Perusahaan induk ritel elektronik terbesar di Eropa ini menegaskan bahwa penarikan dilakukan sebagai tindakan pencegahan demi melindungi konsumen. MediaMarkt yang berbasis di Jerman memiliki jaringan luas di Benua Biru sehingga keputusan ini berdampak signifikan pada ketersediaan produk Ledger di pasar global.
Investigasi bermula saat seorang pengguna media sosial X bernama Johannes melaporkan temuan mencurigakan pada dua dompet Ledger yang ia beli dari toko MediaMarkt berbeda. Ia mengklaim menemukan kabel tidak resmi dan modul seluler di dalam paket penjualan perangkat tersebut.
Ledger menyatakan bahwa penghentian penjualan ini dilakukan melalui koordinasi erat dengan pihak MediaMarktSaturn. Keputusan tersebut menyusul adanya laporan mengenai implan perangkat keras dari seorang pelanggan di Jerman.
Meskipun ada modifikasi fisik, Ledger mengeklaim belum ada laporan kehilangan dana yang berkaitan langsung dengan kasus di Jerman tersebut.
Perusahaan keamanan siber asal Prancis ini juga menegaskan bahwa infrastruktur, sistem, dan layanan internal mereka tetap aman dan tidak terkompromi oleh pihak luar.
Namun, kekhawatiran mengenai keamanan fisik perangkat Ledger sebenarnya sudah mencuat sejak pekan lalu. Saat itu, Ledger menyelidiki laporan kehilangan dana yang melibatkan perangkat yang dijual melalui CryptoBilis, distributor resmi di Asia Tenggara.
CryptoBilis merupakan salah satu penjual besar yang melayani pasar Malaysia, Singapura, hingga Indonesia. Ledger mengungkapkan bahwa implan pada perangkat tersebut mampu mengirimkan frasa pemulihan atau recovery phrase pengguna melalui jaringan seluler.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor
















