
Google baru-baru ini merilis panduan resmi bagi pengguna Android untuk mengatur ulang zona waktu perangkat mereka menyusul adanya perubahan kebijakan jam di Kanada. Pengaturan manual mungkin diperlukan jika sinkronisasi otomatis pada ponsel pintar tidak berjalan sesuai jadwal yang ditentukan pemerintah setempat.
Perubahan ini bermula dari keputusan beberapa wilayah di Kanada untuk menghentikan praktik Daylight Saving Time atau waktu musim panas. Praktik ini merupakan kebiasaan di negara empat musim untuk memajukan jam satu jam agar mendapatkan lebih banyak sinar matahari di sore hari.
Provinsi Manitoba mengumumkan pada September lalu bahwa mereka tidak akan lagi memutar mundur jam saat periode waktu musim panas berakhir bulan depan. Wilayah lain seperti Alberta dan British Columbia juga memilih untuk menetapkan satu zona waktu secara permanen tanpa perlu mengubah jam dua kali dalam setahun.
Kebijakan yang tidak seragam di setiap provinsi ini memicu risiko ketidaksinkronan data pada sistem operasi digital.
Google mengakui melalui sebuah unggahan resmi bahwa transisi ini berisiko menimbulkan kendala teknis pada perangkat Android. Sinkronisasi waktu otomatis biasanya mengandalkan pangkalan data zona waktu global yang sering kali memerlukan waktu untuk diperbarui pada tingkat sistem operasi. Pengguna mungkin mendapati jam pada perangkat mereka tertinggal atau lebih cepat dibandingkan waktu asli di lokasi mereka saat ini.
Perusahaan teknologi tersebut menyarankan pengguna untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pembaruan sistem yang tersedia di perangkat masing-masing.
Pembaruan ini biasanya dikirimkan oleh manufaktur ponsel atau melalui layanan Google Play guna memastikan data lokasi dan waktu tetap akurat. Setelah instalasi selesai, pengguna disarankan melakukan restart agar sistem inti Android dapat membaca ulang pangkalan data zona waktu yang baru saja diperbarui.
Jika waktu pada ponsel masih menunjukkan angka yang salah setelah tanggal 1 November, intervensi manual menjadi pilihan terakhir yang bisa dilakukan. Masalah seperti ini sering dialami oleh perangkat model lama yang sudah tidak lagi mendapatkan dukungan pembaruan sistem rutin dari pabrikan ponsel. Pengguna perlu memastikan bahwa pengaturan otomatis benar-benar dimatikan sebelum melakukan perubahan angka jam sendiri.
Pengguna bisa masuk ke menu Pengaturan lalu memilih opsi Sistem atau Manajemen Umum yang tersedia di hampir setiap ponsel Android. Di dalam menu tersebut, cari bagian Tanggal dan Waktu untuk menonaktifkan fitur penggunaan waktu yang disediakan oleh jaringan seluler.
Ketidakakuratan waktu bukan hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga dapat memengaruhi fungsi keamanan pada berbagai aplikasi perbankan digital. Banyak aplikasi otentikasi yang menggunakan sinkronisasi waktu presisi untuk memvalidasi kode masuk yang digunakan oleh pengguna.
Kesalahan satu jam saja dapat menyebabkan kode akses dianggap kadaluwarsa oleh peladen pusat aplikasi.
Fenomena penghapusan Daylight Saving Time ini mulai populer di berbagai negara karena alasan efisiensi energi dan kesehatan masyarakat. Beberapa studi menunjukkan bahwa perubahan jam yang mendadak dapat mengganggu pola tidur dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan jantung pada warga. Perubahan kebijakan di Kanada diharapkan menjadi solusi permanen bagi kenyamanan penduduk lokal dalam jangka panjang.
Bagi warga Indonesia yang memiliki urusan bisnis atau relasi di Kanada, penyesuaian ini perlu diantisipasi agar jadwal komunikasi tetap berjalan lancar. Perbedaan waktu antara Jakarta dan kota-kota besar di Kanada dapat bergeser secara permanen tergantung pada keputusan masing-masing otoritas provinsi setempat.
Google menyatakan akan terus memantau stabilitas layanan mereka agar seluruh pengguna Android tetap mendapatkan informasi waktu yang paling akurat di seluruh dunia.
Perusahaan tersebut juga menyarankan para pengembang aplikasi untuk ikut menyesuaikan jadwal sinkronisasi pada peladen mereka guna menghindari kesalahan pencatatan data transaksi.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor