Kemudahan Baru Mengunjungi Mongolia, Destinasi Eksotis yang Kian Terbuka

Mongolia kini menjadi destinasi wisata yang jauh lebih mudah diakses oleh pelancong internasional berkat pelonggaran aturan visa dan pembenahan infrastruktur pariwisata yang masif.
Pemerintah Mongolia menetapkan periode 2023 hingga 2025 sebagai tahun khusus kunjungan wisata nasional. Kebijakan ini mencakup pembebasan visa bagi warga dari 34 negara tambahan, sehingga total kini terdapat 61 negara yang warganya dapat masuk tanpa visa.
Peningkatan aksesibilitas ini diperkuat oleh pembukaan Bandara Internasional Chinggis Khaan pada 2021 yang menelan biaya USD 650 juta (sekitar Rp10,2 triliun). Bandara modern tersebut mampu melayani 3 juta penumpang setiap tahun, dua kali lipat lebih banyak dari fasilitas sebelumnya, sekaligus mendukung pembukaan rute penerbangan anggaran yang lebih kompetitif.
Wisatawan kini bisa menjelajahi sejarah panjang bangsa Mongol melalui Museum Chinggis Khaan yang baru saja diresmikan di Ulaanbaatar. Museum ini menyimpan lebih dari 10.000 artefak dari kurun waktu 2.000 tahun yang dipamerkan di delapan lantai gedung modern.
Bagi pencinta seni dan musik, Mongolia menawarkan pengalaman tak terduga melalui deretan festival kontemporer seperti Playtime dan Spirit of Gobi. Acara-acara ini memadukan musisi internasional dengan talenta lokal, mulai dari rapper hingga penyanyi musik rakyat tradisional yang eksotis.
Budaya berkuda dan memanah yang menjadi identitas legendaris bangsa Mongol pun semakin mudah dipelajari oleh pengunjung melalui akademi Namnaa. Akademi ini menawarkan sesi latihan memanah sambil berkuda yang kini mulai populer di kalangan wisatawan pencari tantangan.
Bagi mereka yang menginginkan petualangan ekstrem, tersedia tur motor lintas alam menuju Bayan-Ulgii untuk bertemu langsung dengan para pemburu elang tradisional. Perjalanan sejauh 1.700 kilometer ini menjadi pilihan utama bagi petualang yang ingin merasakan sensasi kecepatan di hamparan padang rumput luas.
Jangan lewatkan pula pengalaman unik musim dingin dengan mengikuti tur kereta luncur anjing melintasi Danau Khuvsgul yang membeku. Wisatawan dapat belajar menjadi masher atau pengemudi kereta luncur sambil berinteraksi dengan keluarga nomaden setempat di sepanjang perjalanan.
Infrastruktur pendukung kenyamanan seperti Yeruu Lodge di Provinsi Selenge juga hadir dengan mengusung konsep ramah lingkungan yang modern. Penginapan ini sepenuhnya menggunakan energi surya dan sistem daur ulang mandiri untuk menjaga kelestarian alam Mongolia yang asri.
Keputusan mengunjungi negara ini adalah pilihan tepat bagi pelancong yang mendambakan perpaduan antara sejarah kuno dan kenyamanan wisata masa kini. Mongolia benar-benar bertransformasi menjadi destinasi kelas dunia yang menanti untuk dijelajahi lebih dalam.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)








![Google Wallet Kini Hadirkan Fitur Notifikasi dan Dukungan Paspor Digital Baru Google Wallet rolling out notifications feed, support for more digital passports [U]](https://cdn.beritana.com/media/2026/10/google-wallet-rolling-out-notifications-feed-support-for-more-digital-passports.webp)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3607023/original/025768600_1634630434-000_Par7196623.jpg)
