Penyebab Wabah Diare Hebat di AS Terungkap: Selada Gunung Es Terkontaminasi Parasit

Otoritas kesehatan Amerika Serikat telah mengidentifikasi sumber wabah diare hebat yang menjangkiti ribuan orang di negara itu. Sampel selada gunung es dari pemasok makanan Taylor Farms dinyatakan positif mengandung parasit penyebabnya.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyatakan bahwa Taylor Farms, yang juga memasok jaringan restoran Taco Bell, telah mengonfirmasi bahwa sampel tersebut diambil dari produk yang bukan bagian dari penarikan produk (recall) yang diumumkan pada Jumat sebelumnya.
Perusahaan agrikultur itu, pada Jumat, mengumumkan penarikan secara sukarela seluruh selada gunung es dari pasar AS yang bersumber dari Meksiko tengah. Mereka juga telah merilis daftar produk yang terdampak.
Meski belum ada laporan kematian, setidaknya 94 orang harus dirawat di rumah sakit akibat infeksi cyclosporiasis. Cyclosporiasis adalah penyakit usus yang disebabkan oleh parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis.
Penarikan produk (recall) berbeda dengan penarikan produk secara sukarela. Recall mengharuskan perusahaan memberi tahu pelanggan dan menarik produk yang terkena dampak dari peredaran, menjadikannya tindakan korektif yang lebih luas dan memakan biaya lebih besar.
FDA mengatakan, pihaknya mengumpulkan sampel tersebut selama pengawasan impor yang ditargetkan, sebagai bagian dari investigasi wabah.
"Taylor Farms telah mengonfirmasi bahwa produk positif ini bukan bagian dari recall mereka saat ini," ujar FDA. "Mereka sedang berupaya mengidentifikasi apakah ada bagian dari lot yang bermasalah ini masih tersedia di pasar atau di rumah konsumen."
Infeksi pertama kali terdeteksi pada 13 Mei lalu, menurut keterangan dari FDA.
Gejala penyakit bawaan makanan ini bisa muncul hingga dua minggu setelah paparan. Gejala yang timbul meliputi diare berair yang berlangsung selama berhari-hari, penurunan berat badan mendadak, serta hilangnya nafsu makan.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor
















