Langsung ke konten
beritana

21 Tewas, Hotel Mewah di New Delhi Dilalap Api Paling Mematikan

Foto Beritana UpdateBeritana Update3 menit bacaNews
Fire at a New Delhi Hotel Kills at Least 21
Foto: NYT World

Ibu kota India, New Delhi, dilanda tragedi memilukan setelah kebakaran hebat melanda sebuah hotel mewah, menewaskan sedikitnya 21 orang dan melukai puluhan lainnya. Insiden kebakaran hotel New Delhi ini disebut-sebut sebagai yang paling mematikan di kota tersebut dalam kurun waktu setidaknya empat tahun terakhir, memicu duka mendalam serta sorotan tajam terhadap standar keselamatan.

Otoritas setempat menyatakan bahwa api mulai berkobar pada dini hari, ketika sebagian besar tamu hotel masih terlelap. Hotel Arpit Palace, yang berlokasi di area padat Karol Bagh, menjadi saksi bisu musibah nahas ini. Saksi mata dan petugas pemadam kebakaran menggambarkan kobaran api yang begitu cepat melalap bangunan berlantai empat tersebut, menjebak banyak orang di dalamnya.

Operasi penyelamatan berlangsung dramatis dan penuh tantangan. Petugas pemadam kebakaran mengerahkan puluhan unit mobil pemadam dan berusaha menembus lorong-lorong sempit serta asap tebal. Sejumlah tamu hotel terlihat berusaha menyelamatkan diri dengan melompat dari jendela lantai atas, sementara yang lain terperangkap di kamar mereka akibat kepungan asap dan api.

Dari 21 korban tewas, sebagian besar ditemukan meninggal dunia akibat menghirup asap beracun atau terhimpit reruntuhan. Puluhan korban luka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis, segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Tim medis berjuang keras menangani para korban yang mengalami luka bakar parah dan masalah pernapasan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran New Delhi, Atul Garg, dalam keterangannya kepada media, menyampaikan bahwa kebakaran bermula di lantai dasar dan dengan cepat menyebar hingga ke lantai atas. "Ini adalah insiden yang sangat mengerikan. Kami berhasil menyelamatkan banyak orang, namun sayangnya, jumlah korban tewas cukup tinggi," ujarnya, sembari menekankan kesulitan dalam menjangkau setiap sudut hotel yang dilalap api.

Penyebab pasti insiden ini masih dalam penyelidikan menyeluruh. Namun, dugaan awal mengarah pada masalah korsleting listrik yang kerap menjadi pemicu kebakaran di gedung-gedung tua di India. Pihak berwenang berjanji akan mengusut tuntas musibah ini dan menindak tegas jika ditemukan adanya pelanggaran standar keamanan bangunan atau kelalaian fatal.

Tragedi ini kembali menyoroti isu krusial mengenai keselamatan kebakaran di India, khususnya di kota-kota besar yang padat penduduk seperti New Delhi. Banyak bangunan, termasuk hotel dan tempat tinggal, seringkali dibangun tanpa memperhatikan standar keamanan modern atau bahkan melanggar aturan yang ada. Inspeksi yang longgar dan kurangnya penegakan hukum seringkali disebut-sebut sebagai faktor pemicu.

Insiden kebakaran di New Delhi bukanlah yang pertama kalinya. Kota ini telah beberapa kali mencatat kebakaran fatal, yang sebagian besar disebabkan oleh infrastruktur listrik yang kurang memadai, material bangunan yang mudah terbakar, dan jalur evakuasi yang tidak efektif. Kondisi ini membuat para ahli keselamatan mendesak pemerintah untuk melakukan audit menyeluruh terhadap semua bangunan publik, terutama fasilitas penginapan.

Pemerintah India, melalui juru bicaranya, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Mereka juga berjanji akan mengambil langkah-langkah konkret untuk memperketat regulasi dan pengawasan keselamatan kebakaran demi mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang. Harapannya, musibah ini dapat menjadi momentum penting untuk perbaikan fundamental dalam sistem keselamatan publik di India.

Dengan total korban jiwa mencapai 21 orang dan puluhan lainnya mengalami luka-luka, kebakaran hotel di New Delhi ini menjadi pengingat yang menyakitkan akan pentingnya kepatuhan terhadap standar keamanan. Masyarakat dan pemerintah kini menanti hasil penyelidikan untuk mengetahui akar permasalahan dan memastikan keadilan bagi para korban serta keluarga yang ditinggalkan.


Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update