Untuk mendeteksi perubahan iklim sejak dini, pemantauan intensif terhadap suhu laut, dinamika Arlindo, dan pergeseran pusat konveksi atmosfer di kawasan maritim Indonesia menjadi sangat krusial. Namun, dampaknya terhadap Indonesia tidak hanya semata-mata ditentukan oleh kondisi di Samudra Pasifik. Interaksi dengan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) di Samudra Hindia turut memainkan peran besar dalam menentukan seberapa parah dampak yang akan dirasakan.
Profesor Dwi Susanto menekankan pentingnya tidak hanya terpaku pada indeks El Niño. "Kita tidak bisa hanya melihat indeks El Niño. Kondisi Indian Ocean Dipole juga harus dipantau karena kombinasi keduanya dapat menghasilkan dampak yang jauh lebih besar dibandingkan jika hanya salah satu fenomena yang terjadi," ujarnya. Ia mencontohkan peristiwa El Niño kuat pada tahun 1997-1998 yang bertepatan dengan IOD positif. Kombinasi mematikan ini kala itu menyebabkan penurunan curah hujan yang sangat signifikan, memicu kekeringan parah, dan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di berbagai daerah di Indonesia.
Perkembangan IOD positif dapat diamati melalui perubahan suhu permukaan laut di perairan selatan Jawa dan Sumatra. Pendinginan yang semakin kuat di area tersebut umumnya berkorelasi dengan peningkatan risiko kekeringan. Mengingat sebagian besar model prediksi saat ini menunjukkan probabilitas tinggi bagi El Niño untuk berkembang menjadi kategori kuat bahkan sangat kuat pada akhir 2026, langkah-langkah mitigasi harus segera dipersiapkan secara komprehensif.
Pemerintah dan masyarakat perlu mengambil tindakan antisipatif. Ini termasuk pengelolaan sumber daya air yang lebih baik, penyesuaian pola tanam agar sesuai dengan kondisi iklim yang diprediksi, serta penguatan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Profesor Dwi Susanto juga mengingatkan bahwa "Persiapan harus dilakukan tanpa menimbulkan kepanikan. Yang penting adalah memastikan informasi iklim dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan dan mitigasi." Dengan persiapan yang matang dan pemanfaatan informasi iklim secara bijak, Indonesia dapat meminimalisir risiko dan dampak negatif dari potensi El Niño kuat di masa mendatang.