Arsenal Gagal Rekrut Malick Fofana di Akhir Bursa Transfer Liga Inggris

Arsenal gagal mengamankan jasa penyerang asal Belgia, Malick Fofana, pada hari terakhir bursa transfer musim panas Liga Inggris.
Negosiasi antara klub asal London tersebut dengan Lyon terhenti akibat kendala regulasi finansial dan kondisi fisik pemain yang tidak memenuhi ekspektasi tim medis.
Kegagalan ini menandai berakhirnya periode transfer Arsenal tanpa kehadiran pengganti Gabriel Martinelli. Martinelli sendiri kini tengah bersiap merampungkan kepindahannya menuju klub Arab Saudi, Al Hilal, sebagaimana dilaporkan pada Kamis (3/9/2026).
Proses kepindahan pemain asal Brasil itu menuju Riyadh diperkirakan segera rampung dalam waktu dekat. Dia terlihat tiba di ibu kota Arab Saudi tersebut pada Selasa malam.
Perbedaan jadwal penutupan bursa transfer memungkinkan proses ini berlanjut. Klub-klub Saudi Pro League masih memiliki batas waktu pendaftaran pemain hingga 12 Oktober mendatang, sementara jendela transfer Eropa telah resmi ditutup.
Terkait upaya perekrutan Fofana, Arsenal sebelumnya sempat mengajukan tawaran senilai 40,5 juta dolar AS atau setara dengan Rp663 miliar. Namun, manajemen The Gunners menarik diri di menit-menit akhir.
Keputusan tersebut diambil setelah adanya kekhawatiran mengenai potensi pelanggaran aturan finansial UEFA jika transfer dipaksakan. Selain aspek administratif, keraguan muncul dari tim teknis Arsenal.
Pelatih Mikel Arteta dilaporkan merasa khawatir dengan riwayat cedera Fofana. Pemain berusia 21 tahun itu sempat absen selama lima bulan penuh pada musim lalu akibat prosedur operasi pergelangan kaki.
Kepergian Martinelli secara otomatis mempersempit pilihan pemain di sektor sayap kiri bagi Arsenal. Kini, Arteta hanya memiliki Christos Tzolis dan Eberechi Eze untuk mengisi pos tersebut.
Di sisi lain, komposisi penyerang tengah dan sayap kanan masih dianggap cukup aman. Arsenal masih diperkuat oleh Kai Havertz, Viktor Gyokeres, Bukayo Saka, Noni Madueke, serta pemain muda Max Dowman.
Ketiadaan Martinelli diperkirakan akan mengurangi aspek kecepatan murni dalam skema serangan balik Arsenal. Karakter permainan yang agresif dari sisi sayap menjadi ciri khas yang mungkin sulit digantikan oleh pemain lain dalam jangka pendek.
Performa Martinelli sendiri sebenarnya cukup kontras pada musim lalu. Dia mencatatkan satu gol dari 30 penampilan di ajang Liga Inggris, namun berhasil membukukan enam gol saat berlaga di kompetisi Liga Champions.
Absennya pemain baru di sektor depan menghadirkan tantangan tersendiri bagi Arteta. Arsitek asal Spanyol ini dituntut melakukan rotasi taktik agar produktivitas tim tetap terjaga selama sisa musim kompetisi berjalan.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor












