IHSG Tertekan Hebat: Anjlok 4,30%, Sentimen Global Membayangi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menghadapi hari yang penuh gejolak pada perdagangan pagi Kamis, 4 Juni 2026. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini tercatat melemah signifikan sebesar 4,30%, mengakhiri sesi pagi di level 5.568,25. Penurunan drastis ini mengindikasikan tekanan jual yang kuat, baik dari faktor domestik maupun sentimen negatif global yang terus membayangi.
Data perdagangan menunjukkan betapa luasnya pelemahan yang terjadi. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 654 saham harus terkoreksi, sementara hanya 48 saham yang berhasil menguat. Sebanyak 258 saham lainnya memilih untuk stagnan, tidak mengalami perubahan harga. Frekuensi transaksi mencapai 606,9 ribu kali, dengan volume perdagangan yang sangat besar, yakni 8,77 miliar lembar saham. Total nilai transaksi yang berhasil tercatat mencapai Rp5,27 triliun.
Sejak awal perdagangan, IHSG sudah menunjukkan tanda-tanda pelemahan, dibuka di level 5.919,57. Namun, dominasi tekanan jual yang tak terbendung membuat indeks terus tergerus lebih dalam, mencapai posisi 5.874,70. Angka ini merupakan penurunan sebesar 66,37 poin atau setara dengan 1,12% dari posisi pembukaan. Sepanjang sesi pagi, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.924,51, tetapi gagal bertahan dan terus merosot hingga ke titik terendah 5.873,00.
Dampak dari tekanan pasar yang terus-menerus ini juga memangkas signifikan nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia. Total kapitalisasi pasar kini tercatat menyusut menjadi Rp10.311 triliun, sebuah refleksi dari kerugian nilai yang dialami oleh berbagai perusahaan publik.
Pelemahan yang terjadi pada hari Kamis ini bukanlah kejadian terisolasi. Pada perdagangan hari sebelumnya, Rabu, 3 Juni 2026, IHSG juga telah ambruk tajam sebesar 4,11%, mengakhiri hari di level 5.941,07. Hari itu ditandai dengan aksi jual bersih yang dilakukan oleh investor asing, dengan nilai yang mendekati Rp1 triliun. Kondisi ini diperparah dengan fakta bahwa sekitar 75% saham yang diperdagangkan pada hari tersebut berakhir di zona merah, menunjukkan sentimen negatif yang sudah mengakar kuat dalam pasar.
Para analis pasar memperkirakan bahwa IHSG masih akan menghadapi sejumlah tantangan dan tekanan pada hari ini, melanjutkan tren pelemahan yang telah terjadi. Berbagai sentimen besar, baik yang berasal dari dinamika domestik maupun gejolak eksternal, diperkirakan akan menjadi pendorong utama pergerakan pasar. Situasi ini menciptakan lanskap investasi yang penuh ketidakpastian bagi para pelaku pasar.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor














