Investor Asing Lepas Saham PT Buana Lintas Lautan Tbk Senilai Rp 82,8 Miliar

Investor asing melakukan aksi jual bersih atau net sell terhadap saham PT Buana Lintas Lautan Tbk dengan kode emiten BULL senilai Rp 82,8 miliar pada sesi pertama perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Kamis (3/9/2026).
Aksi lepas saham tersebut mencakup volume sebanyak 177,1 juta lembar saham BULL. Angka ini didapat berdasarkan perhitungan harga rata-rata selama transaksi berlangsung di pasar reguler.
Menariknya, pelepasan saham oleh pihak asing ini terjadi di tengah arus masuk modal yang cukup besar di pasar saham nasional. Secara keseluruhan, pasar mencatatkan net buy atau beli bersih asing senilai Rp 554,4 miliar pada waktu yang sama.
Meski dilepas oleh investor asing, harga saham BULL justru mencatatkan kenaikan sebesar 0,43 persen ke level Rp 462 per lembar. Pergerakan positif ini sekaligus memperpanjang tren penguatan harga saham emiten sektor pelayaran tersebut.
Secara historis, saham BULL telah membukukan kenaikan sebesar 1,76 persen dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Sementara itu, jika dihitung sejak awal tahun atau year to date, penguatan saham ini telah mencapai 10 persen.
Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan aktivitas perdagangan saham BULL cukup ramai sepanjang sesi pertama. Tercatat frekuensi transaksi mencapai 27.190 kali dengan total volume perdagangan sebesar 549 juta saham.
Nilai transaksi keseluruhan pada saham tersebut menyentuh angka Rp 257 miliar. Angka transaksi yang cukup besar ini mencerminkan tingginya minat investor domestik dalam mengakumulasi saham di tengah aksi jual yang dilakukan oleh investor asing.
Pelepasan saham oleh investor asing pada Kamis ini merupakan sebuah anomali atau pembalikan arah dari perdagangan sehari sebelumnya. Pada Rabu (2/9/2026), saham BULL justru mencatatkan net buy asing sebesar Rp 3,68 miliar.
Sebagai informasi, PT Buana Lintas Lautan Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa angkutan laut, khususnya untuk sektor energi dan minyak bumi. Perusahaan ini memiliki peran vital dalam distribusi komoditas energi antarwilayah di Indonesia.
Investor sering memperhatikan pergerakan modal asing di Bursa Efek Indonesia sebagai indikator sentimen pasar jangka pendek. Ketika investor asing menarik dana dari emiten tertentu, hal tersebut kerap dipandang sebagai langkah realisasi keuntungan atau penyesuaian portofolio investasi global.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor










