Suhu Panas Ekstrem Landa Indonesia, BMKG Catat Rekor 36 Derajat Celsius

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi lonjakan suhu panas ekstrem hingga 36 derajat Celsius di berbagai wilayah Indonesia pada akhir Agustus 2026. Fenomena ini dipicu oleh puncak musim kemarau yang menyelimuti sebagian besar wilayah tanah air.
Kondisi cuaca terik terpantau dominan di provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, serta Lampung. Warga di kawasan tersebut merasakan suhu yang jauh di atas rata-rata normal sepanjang siang hari.
Hasil pemantauan BMKG menunjukkan bahwa ketiadaan curah hujan secara signifikan meningkatkan suhu permukaan bumi. Kondisi ini diperburuk dengan munculnya akumulasi titik panas atau hotspot yang tersebar di wilayah Kalimantan, Sumatera, hingga Papua.
Titik panas di Kalimantan Tengah mengalami kenaikan drastis dari 113 menjadi 352 titik dalam periode singkat. Kalimantan Barat mencatat peningkatan dari 92 menjadi 140 titik, sementara Kalimantan Timur bergerak dari 30 menjadi 63 titik panas.
Dampak dari kekeringan ekstrem ini memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik krusial. Kejadian tersebut dilaporkan merambah Jawa Tengah, khususnya wilayah Banyumas, Sragen, Klaten, dan Sukoharjo.
Titik api juga teridentifikasi di Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, serta Papua Barat Daya. Asap dari pembakaran lahan tersebut kini mulai menyebar luas mengikuti arah angin ke berbagai provinsi seperti Riau, Jambi, hingga Maluku.
Pemerintah daerah bersama otoritas terkait terus memantau pergerakan arah angin guna mengantisipasi penyebaran kabut asap lebih jauh. Upaya pemadaman di lokasi titik api menjadi prioritas utama untuk menekan risiko kesehatan pernapasan bagi masyarakat setempat.
Meski udara terasa kering dan menyengat, BMKG memberikan sedikit harapan melalui prakiraan cuaca terbaru. Mereka memprediksi adanya pembentukan awan hujan lokal yang berpotensi mendinginkan suhu di beberapa daerah pada awal September.
Potensi hujan lebat diperkirakan turun di wilayah Aceh pada periode 1 hingga 3 September 2026. Sementara itu, kawasan Papua Pegunungan diprediksi akan mendapatkan curah hujan serupa antara tanggal 4 sampai 7 September mendatang.
Masyarakat diimbau untuk menjaga asupan air putih dan membatasi aktivitas fisik di luar ruangan selama puncak suhu panas berlangsung. Penggunaan pelindung tubuh sangat disarankan guna menghindari dampak buruk paparan sinar matahari langsung terhadap kesehatan kulit dan tubuh.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor















