Rotasi Bumi Makin Cepat, Aturan Waktu Dunia Bakal Diubah Mulai 2027

Ilmuwan global berencana mengubah standar waktu internasional secara mendasar mulai 20 Mei 2027 akibat fenomena rotasi Bumi yang bergerak semakin cepat.
Langkah ini diambil untuk melindungi infrastruktur digital dunia dari potensi kegagalan sistem yang melumpuhkan berbagai sektor. Otoritas waktu internasional khawatir pengurangan waktu secara mendadak dapat mengacaukan operasional penerbangan hingga transaksi perbankan global.
Berdasarkan laporan New Atlas pada Rabu (9/9/2026), para ahli akan menghapus kebijakan detik kabisat yang telah digunakan sejak tahun 1972. Penyesuaian waktu di masa depan hanya akan dilakukan jika selisih antara jam atom dan putaran planet mencapai durasi satu jam. Keputusan ini dijadwalkan untuk disahkan dalam Konferensi Umum ke-28 tentang Berat dan Ukuran di Versailles, Prancis.
"Detik kabisat akan dihapus selamanya," menjadi poin utama dalam agenda pertemuan para ahli pengukuran waktu internasional tersebut.
Selama lima dekade terakhir, sebanyak 27 detik tambahan telah disisipkan ke dalam kalender global untuk menyelaraskan waktu dengan perlambatan Bumi. Namun, data terbaru menunjukkan tren sebaliknya di mana durasi satu hari kini menjadi sedikit lebih pendek dari 24 jam.
Percepatan putaran planet ini dipengaruhi oleh dinamika alam yang kompleks seperti mencairnya lapisan es kutub dan pergeseran distribusi massa di dalam perut Bumi. Faktor meteorologi seperti perubahan pola angin global dan fluktuasi pasang surut air laut juga berperan dalam mengubah momentum sudut planet. Jika percepatan ini terus konsisten, dunia diprediksi harus menghadapi tantangan teknis berupa pengurangan satu detik atau detik kabisat negatif.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor











:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379462/original/095287800_1792633034-Khvicha_Kvaratskhelia.jpg)

